DUBAI – Sebuah dilema dan pro-kontra ketika menyandang nama besar, menimpa adik kandung raja tenis dunia saat ini, Novak Djokovic. Sang adik, Marko Djokovic pun menerima akibat dari untung-rugi membawa nama besar sang kakak.
Marko pun mengakui, ada untung dan ruginya ketika tampil di sebuah kompetisi dengan membawa nama besar Djokovic. Keuntungannya, kadang lawan menjadi gentar sebelum bertanding. Tapi ruginya, Marko akan menghadapi kesulitan besar jika ada lawan yang memang ingin menjatuhkan nama besar Djokovic – meski yang dilawan bukan Novak.
“Mereka (lawan-lawannya) pasti akan lebih berusaha. Saya harus memperjuangkan setiap poin. Jadi, ada perbedaannya ketika mereka melawan saya dan ketika mereka melawan petenis lainnya,” terang Marko, seperti dilansir GMANews, Selasa (28/2/2012).
“Mungkin terkadang keuntungannya, mereka akan takut ketika bertemu saya. Ya anda pasti tahu-lah, adiknya Novak,” lanjut sang adik yang masih berperingkat 869 dunia tersebut.
Hal lainnya, Marko merasa lebih banyak hal positif dengan menjadi adik kandung Novak. Semua kebutuhannya bisa dibilang tercukupi oleh sang kakak. Tak hanya itu, Novak juga tak segan berbagi pengalaman dengan sang adik dalam segala hal yang berkaitan dengan tenis.
“Punya kakak seperti dia adalah suatu keistimewaan. Dia banyak membantu saya. Dia tahu banyak tentang tenis dan dia selalu mendorong saya agar menjadi lebih baik. Tapi tetap saja kami tak bisa dibanding-bandingkan,” tambahnya merendah.
“Memang ada hal-hal positif dan negatifnya menjadi adik Novak. Lebih banyak positifnya karena secara finansial, saya punya segala yang saya butuhkan. Saya bisa memiliki pelatih dan latihan-latihan yang memang dibutuhkan tanpa kekurangan dana,” sambung Marko yang kini menginjak usia 20 tahun itu.
“Tapi negatifnya, banyak tekanan yang datang. Semua orang berharap saya seperti Novak dan itu berat untuk dicapai. Tapi saya akan terus berusaha dan bermain sebaik mungkin,” tuntasnya.
(Randy Wirayudha)