KOPENHAGEN – Caroline Wozniacki harus lebih agresif jika dia ingin kembali merebut tahta peringkat nomor satu dunia.
Pendapat itu diungkapkan oleh mantan pelatih Wozniacki, Ricardo Sanchez yang tampaknya cukup prihatin akibat langsung melorotnya peringkat petenis putri Denmark itu ke peringkat ke-4.
"Caroline dapat kembali ke peringkat nomor satu. Tapi, dia harus lebih agresif," kata Ricardo Sanchez kepada harian olahraga Spanyol Marca seperti dilansir YahooSport, Senin (6/2/2012).
"Saya mencoba (untuk membantu dia), tetapi mereka tidak akan membiarkan saya. Wozniacki harus menjadi kuda pacu, bukan kuda panggul," terangnya.
Sanchez dipecat menyusul tersingkirnya Wozniacki di perempat final Australian Open. Dia hanya melatih petenis berusia 21 tahun itu selama dua bulan sebelum akhirnya kembali dilatih ayahnya lagi, Piotr Wozniacki.
Sanchez, yang juga pernah melatih mantan petenis nomor satu dunia, Jelena Jankovic, merasa "tertipu" oleh ayah Wozniacki, Piotr, yang sebelumnya mengatakan dia diberi kebebasan untuk melatih Wozniacki.
"Saya diberitahu bahwa saya akan bebas untuk melatih dia (Wozniacki) seperti yang saya harapkan, dan kemudian saya diberi sedikit batas untuk melakukannya," ungkap Sanchez.
"Hanya dalam lima pekan, saya berubah dari seorang pelatih untuk menjadi hanya konsultan,” lanjutnya. “Ayahnya yang menyusun sistem pelatihan sendiri, dan saya hanya didorong mengikuti sistem tersebut ketika melatih," tandasnya.
(Windi Wicaksono)