PERTH – Kendati tersemat peringkat 1 dunia, Caroline Wozniacki belum punya satu pun koleksi grand slam. Kelemahannya ada pada pukulannya, yang dinilai biasa saja. Jika ingin meraih gelar grand slam pertamanya, Wozniacki harus punya ‘killing strike’.
Saran tersebut terlontar dari mantan petenis yang sekarang menjadi komentator, Liz Smylie. Mantan petenis asal Australia itu menyerukan bahwa mulai sekarang, Wozniacki sudah harus membangun dan melatih pukulannya yang keras, pukulan mematikan untuk bisa menekuk lawan-lawan yang agresif dan punya pukulan yang keras.
“Ketika dia bermain melawan petenis seperti Petra Kvitova, Serena Williams dan Li Na, dia selalu kesulitan. Mereka mampu memukul dengan keras,” tutur Smylie, sebagaimana disitat The West, Jumat (6/1/2012).
“Lihat saja Wozniacki di tahun lalu. Dia kalah dari Li Na di semifinal Australia Open dan gagal ke final di US Open, usai kalah dari Serena,. Wozniacki harus berkembang dan membentuk sendiri pukulan mematikannya” tambahnya.
Jelang Australia Open, Wozniacki dalam keadaan teror dari Kvitova, yang sukses besar di tahun lalu. Kvitova saat ini masih berada di bawah Wozniacki, yakni di peringkat kedua. Jika Kvitova bisa lebih sukses, tentu Wozniacki akan segera lengser dari peringkat puncak WTA.
“Kvitova tahu dia dekat sekali dengan peringkat 1 dan dia takkan bisa terintimidasi. Dia pemenang grand slam di Wimbledon 2011, juga seorang petenis besar dengan servis dan pukulan keras, meski performanya kadang masih labil,” tutup Smylie.
(Randy Wirayudha)