CINCINNATI - Andy Murray sukses menyabet trofi Cincinnati Masters yang kedua usai menundukkan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic di partai final. Namun, petenis Britania Raya ini mengaku tidak cukup puas atas kemenangannya tersebut.
Ya, Murray merasa kemenangannya kali ini diraih dengan sedikit bumbu keberuntungan. Pasalnya, dalam laga final, dini hari tadi, Djokovic hanya mampu memberikan perlawanan di set pertama, sebelum akhirnya menyerah di pertengahan set kedua karena terkendala cedera bahu (6-4 3-0). Selain itu, faktor cuaca juga diakui petenis nomor empat dunia ini turut membantunya meraih gelar keduanya tahun ini.
“Saya rasa, faktor kondisi (cuaca & kebugaran Djokovic) mungkin memegang peranan cukup besar dalam kemenangan saya kali ini,” tutur Murray yang berhasil memperbaiki rekor head-to-headnya melawan Djokovic menjadi 4-6 ini.
“Saya sebenarnya berharap bisa menang dengan memainkan seluruh babak. Tapi, apa boleh buat, hal seperti ini bisa saja terjadi kapan pun dan pada siapapun,” sambungnya sebagaimana dikutip Eurosports, Senin (22/8/2011).
“Saat menghadapinya di final Miami (Masters) yang berlangsung dalam cuaca yang sangat panas, saya bermain cukup baik. Di sini, saat saya menghadapinya lagi di babak final, cuaca juga sangat panas, sebelum akhirnya berubah menjadi awan mendung di akhir set pertama,” imbuhnya.
“Terlepas dari semua itu, saya bahagia bisa memenangi kejuaraan. Tapi tidak cukup puas dengan cara saya memenangkannya,” pungkas Murray.
(Achmad Firdaus)