BELGRADE – Kegagalan Prancis merengkuh trofi Piala Davis 2010, tidak pelak mendatangkan kritikan tajam dari kapten Prancis, Guy Forget. Terutama mencermati aksi pendukung Serbia yang dianggap Forget melewati batas. Forget menilai aksi fans Serbia secara tidak langsung berdampak negatif bagi konsentasri Llodra di atas lapangan.
Memang, persoalan yang satu ini membuat tim Prancis sempat merasa tidak nyaman pada laga Sabtu lalu. Bahkan, petenis Prancis Arnaud Clement sempat meminta dengan tegas melalui pengeras suara saat pertandingan berlangsung agar penonton bersikap tenang. Berkaca dari sikap penonton yang sulit diatur, Forget pun mengeluhkan problem eksternal ini.
“Sungguh tidak nyaman mendengar teriakan dan bunyi peluit sepanjang pertandingan, terutama ketika pemain kami mengembalikan bola. Meski itu dari minoritas kecil penonton, tapi sangat mengganggu,” ketus Forget di Appsports Senin (6/12/2010).
Tidak sampai di situ, Forget juga menganggap fans Serbia bersikap Chauvinisme (membanggakan bangsanya sendiri). “Kita harus mengambil tindakan tegas. Mungkin, baik saya dan anda tidak pernah melihat kejadian ini sebelumnya di Piala Davis sebelumnya. Sikap Chauvinisme penonton ini, jelas menyulitkan Llodra. Saya tegaskan, anda menemui kendala berarti dengan karakter penonton seperti itu,” jelas Forget.
Ia menambahkan. “Kita patut prihatin dengan masalah yang terjadi. Jika tidak, pertandingan tenis tidak ubahnya permainan sepakbola di mana para pendukungnya menghalalkan berbagai cara agar timnya merengkuh kemenangan.”
(Fetra Hariandja)