BELGRADE – Tertinggal 2-1 atas Prancis di kejuaraan beregu Davis Cup 2010, kans Serbia untuk berjaya di rumah sendiri terbilang masih terbuka lebar. Syaratnya, Novak Djokovic yang bertindak sebagai petenis ke empat harus mengandaskan perlawanan Gael Monfils untuk memaksakan pertandingan tambahan di mana Janko Tipsarevic akan menemui Gilles Simon di pertandingan terkahir
Dalam laga yang dihelat di Belgarde Arena, peluang Djokovic menyamamakan kedudukan menjadi 2-2 pun terbilang besar, mengingat petenis 23 tahun itu berdiri di depan ribuan pendukungnya.
Kendati Djokovic dijagokan keluar sebagai pemenang, kapten Serbia, Bogdan Obradovic tidak mau besar kepala, timnya bisa dengan mudah mengatasi perlawanan Prancis. “Semestinya kami memiliki dua Djokovic. Tapi mustahil, jadi saya harus memilih pemain lain,” ucap Obradovic di Kuwait Times Minggu (5/12/2010).
Tidak ayal, beban berat pun berada di pundak Janko Tipsarevic yang bertindak sebagai petenis terkahir untuk menentukan kesuksesan Serbia, seandainya Djokovic berhasil menundukkan Monfils.
“Sampai saat ini, saya tidak tahu akan bemain atau tidak, semua keputusan berada di tangan kapten tim,” ucap Tipsarevic yang harus mengakui keunggulan Monfils di pertandingan pertama, tiga set langsung 6-1, 7-6, dan 6-0. “Kekalahan itu belum pernah saya alami sebelumnya,” ucap Tipsarevic kecewa.
Melihat rekan setimnya menanggung target besar, Djokovic memberi dukungan moril kepada Tipsarevic, faktor pendukung memberi semangat tersendiri saat bertanding. “Ketika permainan saya menurun, kerumunan pendukung membuat saya meresa nyaman. Inilah sebabnya, mengapa pendukung ada di pihak kami,” ujar Djokovic.
(Fetra Hariandja)