PALEMBANG - Mengembalikan kondisi mental pemain setelah perasaan terluka dicurangi, ternyata bukan hal mudah. Hal itu diungkapkan Manajer Tim Palembang Bank Sumsel Abbas Akbar kepada wartawan di GOR Sriwijaya, Kampus, Palembang, Minggu (21/3/2010).
“Baik saya maupun pelatih Jeffrey (C Wallandauw) mengingatkan pemain untuk melupakan kejadian kemarin (saat lawan Jakarta Sananta; Bank Sumsel merasa “dikerjai” wasit Raditya). Alhamdulillah hasilnya seperti yang bisa Anda saksikan sendiri. Bank Sumsel berhasil memenangkan pertandingan,” tutur Abbas, yang bekas atlet pencak silat nasional.
Menimpali pernyataan manajernya, spiker Andre membeberkan, “Awalnya kami terpengaruh juga insiden kemarin karena merasa dirugikan wasit, namun hari ini kami sudah bertekad untuk fokus bermain.”
Andre menyebut bahwa semua lawan Palembang Bank Sumsel di Proliga 2010 merupakan tim kuat yang ketangguhannya telah teruji, “Maka, untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya, kami harus lebih waspada.”
Berbeda dengan sumringahnya wajah klimis mencair Abbas dan Andre lantaran ancaman mereka memundurkan timnya dari kiprah di Proliga 2010 ternyata hanya “gertak sambal”, pelatih Jakarta BNI 46 Basuki mengucapkan selamat atas kemenangan Bank Sumsel.
"Terlepas dari itu, Bank Sumsel bermain all-out. Pemainnya seperti Bruno, Brian, Sabo banyak hasilkan poin penting. Tapi satu kelemahan, ketika diungguli lawan, mereka cepat panik. Untungnya, mental pemainnya bagus sehingga dari situasi tertekan dapat menang.”
Terakhir, Loudry Maspaitella, setter kawakan dari Jakarta BNI 46 menyatakan satu catatan. “Bolavoli sebenarnya tergantung dua hal. Hasil akhir dan start awal. Karena kami bermain buruk di start awal selalu ketinggalan angka, hasil akhirnya jadi mepet. Maka, tim lawan tidak terkejar,” pungkas Loudry.
(Muchamad Syuhada)