PALEMBANG - Kekalahan kontroversial yang diterima tim putra Palembang Bank Sumsel dari Jakarta Sananta, Sabtu (20/3/2010), tidak dianulir melalui keputusan otoritas penyelenggara pertandingan bolavoli Proliga 2010.
“Hasil pertandingan tetap sah, sedangkan kartumerah untuk pemain Bank Sumsel Rudi Santoso tidak berlaku, sehingga dia boleh bermain hari ini,” kata Direktur Proliga Hanny Surkatty kepada wartawan di Palembang, Minggu (21/3/2010).
Pihaknya, menurut Hanny, tetap melegalkan hasil pertandingan. Namun, katanya, wasit Raditya yang memimpin pertandingan semalam, takkan memimpin pertandingan yang berlangsung hari ini antara tuan rumah kontra Jakarta BNI 46.
Seperti diketahui tuan rumah Palembang Bank Sumsel yang tampil di hadapan publiknya sendiri di GOR Bumi Sriwijaya Palembang, dikalahkan Jakarta Sananta dengan skor 2-3 (10-25, 21-25, 26-24, 25-14, 12-15).
Saat standing-position tertera angka 3-1 bagi keunggulan Bank Sumsel di set kelima, wasit Raditya mengusir Rudi dari lapangan karena melakukan protes. Awalnya, wasit kedua Pramudi menilai terjadi kesalahan rotasi di rentang posisi keenam pemain Bank Sumsel. Serve diputuskan pindah bola. Pemain tuanrumah memprotes putusan tersebut. Kendati putusan pindah bola akhirnya diterima pemain Bank Sumsel, setter Rudi tak bergeming.
“Wasit seharusnya memberitahu dulu kepada kapten Bank Sumsel supaya peringatkan pemainnya itu agar tidak lakukan protes. Sebab, hanya kapten tim yang berhak bertanya kepada wasit,’’ kata Hanny, yang juga menjabat Ketua Bidang Kompetisi PP PBVSI.
Hanny menilai keputusan wasit tersebut seharusnya tidak langsung dengan memberikan kartu merah. Dia juga mengharapkan agar kejadian seperti ini tidak perlu terjadi di masa mendatang. Seraya mengimbuhkan, pihaknya akan mengevaluasi kejadian ini untuk pembelajaran Proliga ke depan.
Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Seri Empat Proliga 2010, Iskandar mengaku puas atas keputusan dari otoritas Proliga. Dia berjanji akan menyampaikan hasil pertemuan kepada Pimpinan Bank Sumsel.
Sejauh yang dapat diinformasikan okezone, insiden bernuansa teknikal di lapangan bolavoli itu belum menimbulkan preseden buruk terhadap perangkat pertandingan, baik untuk wasitnya maupun sang pemain sendiri.
(Muchamad Syuhada)