PALEMBANG - Regu bolavoli tuanrumah Palembang Bank Sumsel, yang setelah pertandingan lawan Jakarta Sananta, Sabtu (20/3/2010) semalam, sempat mengeluarkan pernyataan mundur dari Proliga 2010 mencabut niatnya.
“Mewakili manajemen klub Bank Sumsel, kami mengklarifikasi dan menyatakan tetap akan melanjutkan pertandingan hari ini,” kata ketua panitia Iskandar kepada wartawan di Gelanggang Olahraga (GOR) Sriwijaya, Kampus, Palembang, Minggu (21/3/2010).
Catatannya, menurut Iskandar, Palembang Bank Sumsel meminta kepada otoritas penyelenggara Proliga untuk tidak menugaskan wasit Raditya lagi memimpin pertandingan-pertandingan yang dimainkan Bank Sumsel.
Seperti diketahui, wasit internasional itu diprotes keras oleh kubu Bank Sumsel (saat main kontra Jakarta Sananta). Lantaran Raditya mencabut kartukuning, lalu disusul kartumerah kepada setter Rudi Santoso.
Kejadian itu dijelaskan Direktur Utama Proliga Hanny Surkatty sebagai kesalahan ambil keputusan teknis di lapangan. “Soalnya ada peraturan teknis yang dia (wasit Raditya-Red) tidak lakukan. Sebelum mengeluarkan sanksi kartukuning, mestinya wasit memanggil kapten tim lebih dulu,” ujar Hanny.
Sementara wasit Raditya dan setter Rudi Santoso sendiri belum diketahui keberadaannya. Jadi, mereka tidak dapat dimintai keterangan.
Sore nanti, Palembang Bank Sumsel akan bertanding dalam laga keduanya di putaran satu Proliga 2010 menghadapi Jakarta BNI 46. di bagian putri akan tampil Jakarta BNI 46 versus Jakarta Popsivo Polwan.
(Muchamad Syuhada)