PALEMBANG - Tim putri Gresik Petrokimia kembali kalah pada lanjutan Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010. Setelah kemarin dikalahkan Jakarta BNI 46 2-3, kini giliran Jakarta Electric PLN yang menundukkan Novia Andriyanti dkk.
Sabtu (20/3) ini, di GOR Bumi Sriwijaya Sport Hall, Palembang, Sumatera Selatan, mereka harus mengakui kehebatan juara Sampoerna Hijau Voli Proliga 2009, Jakarta Electric PLN. Gresik Petrokimia kalah 2-3 (20-25, 25-22, 25-15, 17-25, 14-16).
Kemenangan yang digapai Jakarta Electric PLN itu merupakan balas dendam karena pada pertemuan pertama di Solo, 27 Februari lalu, tim ibukota harus mengakui ketangguhan Petrokimia.
Menurut pelatih Gresik Petrokimia, Qi Lixia, perjuangan para pemainnya sudah maksimal saat menghadapi tim yang telah dua kali juara itu. "Tosser kami masih muda dan butuh pengalaman banyak. Dia juga sudah bermain maksimal," kata pelatih, usai pertandingan.
Meskipun menang, pelatih Jakarta Electric PLN, Viktor Laiyan mengatakan salut terhadap strategi permainan Gresik Petrokimia. "Permainan mereka patut diacungi jempol. Kami sampai harus mengubah strategi dengan mengganti beberapa pemain," katanya.
Sejak awal, Jakarta Electric PLN mengubah formasi pemainnya. Erry Widiastuti yang jarang diturunkan sebagai starter, oleh pelatih Viktor Laiyan langsung ditampilkan. Dia dipadukan dengan Rosalia Maya, Berlian Marsheilla, tosser Gunarti Indahyani, duet pemain asing Jutarat Montripilia dan H Amporn, serta libero Dewi Wulandari.
Sebaliknya, Greski Petrokimia tetap menggunakan formasi lama, persis seperti sejak pertandingan pertama di Solo. Kapten Gresik Petrokimia, Novia Andriyanti memimpin rekan-rekannya menjadi andalan di sektor all round.
Tosser muda yang masih miskin pengalaman Aprilia Maharani, tetap dipercaya pelatih Qi Lixia menjadi pemasok bola kepada para spiker, terutama pemain asing andalan asal China, Hu Qifeng dan Liu Mengya, yang bermain menjadi open spiker.
Aprilia juga harus pintar membaca permainan. Bila sektor open sulit ditembus, dia harus memberikan variasi bola kepada dua quick spiker Maya Kurnia Indri dan Windasari. Yulis Indahyani juga masih menjalankan fungsinya sebagai libero. Yulis sehari kemarin sempat mengalami cedera karena terjatuh.
"Dia kami turunkan karena keadaannya mulai membaik," jelas Qi Lixia melalui penerjemahnya.
(Muhayati Faridatun)