CIMAHI - Kroser asal Jawa Timur Aris Setyo, kembali mengulang suksesnya di Purbalingga dengan menaklukkan lumpur Cimahi untuk tampil sebagai jawara di seri IV itu.
Hujan deras membuat lintasan Stadion Brigif Cimahi menjadi berlumpur tebal. Akhirnya itu menjadi alasan dibatalkannya pemberian poin bagi para kroser kelas bergengsi 125 cc, pada ajang balap powercross bertajuk ‘Surya 12 Motoriders Powercross Championship’ yang digelar sejak Sabtu pagi (23/1) hingga malam hari.
Sementara itu, pada posisi kedua diisi kroser asing, Matt Hunt yang asal Selandia Baru dan disusul kroser belia, Farhan Hendro.
Sementara kroser tuan rumah, Aep Dadang Supriatna yang sejak awal sangat berambisi membalas dendam di depan publiknya ini, justru gagal tampil maksimal setelah terjatuh di lap awal. Ia pun tak melanjutkan lomba di lap ketiga. Sama halnya dengan kroser senior lain, Denny Orlando. Aep kecewa dengan hasil seri IV ini. Ia menyatakan, motornya terjatuh karena dilanggar pembalap dibelakangnya.
Kelas 125 cc ini sempat tertunda startnya karena adanya protes dari sejumlah kroser bahwa lintasan tidak layak untuk lomba. Memang sejak Sabtu siang dan Jumat, lintasan sempat diguyur hujan sehingga lintasan sirkuit becek. Akhirnya panitia memutuskan hanya dilombakan 10 lap untuk kelas bergengsi ini. Hingga sisa dua lap terakhir hanya lima kroser yang masuk finis.
Sementara Aris yang memenangi seri Purbalingga mampu tampil stabil hingga akhir. Sayang, panitia menyatakan kalau seluruh kroser di kelas ini tak mendapat hasil dan poin terakhir di Purbalingga untuk kelas 125 cc tak berubah.
Di kelas 85cc, kroser Andre Sondakh asal Sulut menjadi yang terdepan dan mengantongi 25 poin. Posisi kedua ditempati kroser Jateng Andi S Tebok dan M Arjun Wicaksana yang juga dari Jateng berada di urutan ketiga.
Untuk kelas 65cc dimenangi kroser Jatim Lantian Juan sedang kroser Willy Ahadasi menjuarai kelas 50cc. Dira Sulanjana dari Lightning Productions mengaku sangat menyesalkan curah hujan yang sangat mengganggu jalannya lomba. Tapi, ia berharap di seri pamungkas di Jakarta nanti, trek bisa kering sehingga lomba bisa berjalan dengan sempurna tanpa kendala.
"Curah hujan ini yang benar-benar sulit diantisipasi. Untungnya penonton tetap puas setelah melihat aksi freestyle dari para freestyler asing dan hiburan dari band J-Rock dan Pass," ujar Dira kepada wartawan.
Seri V atau pamungkas akan digelar di Kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada 30 Januari mendatang yang juga akan dimeriahkan dengan aksi freestyler dari para kroser Australia seperti yang juga dilakukan di Cimahi.
(Azwar Ferdian)