HINWIL - Nick Heidfeld frustrasi. Label "sederhana" yang dilekatkan padanya disalahartikan. Pembalap BMW Sauber itu malah dinilai tipikal pembalap yang biasa-biasa saja dan gampang pasrah.
Hal ini tentu saja membuatnya makin cemas. Sebab, saat rekan setimnya Robert Kubica telah mendapat garansi Renault musim depan, tak satu tim pun meliriknya.
Popularitas memang membuat Kubica ramai diperbincangkan, baik oleh media maupun seputaran paddcok. Padahal sejauh ini Kubica hanya mencatat sembilan poin, lebih kecil dibanding Heidfeld yang telah menyumbang 15 angka.
Heidfeld mengeluh, tak satu pihak pun melihat fakta ini.
"Persepsi publik sudah lain, mereka menganggap saya jauh lebih lemah ketimbang pembalap yang kualitasnya di bawah saya," terang Heidfeld seperti dilansir Auto Motor und Sport, Selasa (13/10/2009).
"Dua tahun lalu, saya lebih cepat dari Kubica, begitu pula musim ini. Tapi semua orang tidak menyadarinya dan hanya membicarakan musim 2008," sesalnya.
"Saya pikir logika berperan di F1. Sayang, citra dan popularitas jauh lebih penting dibanding angka yang Anda hasilkan," tandasnya.
(Devy Lubis)