LONDON - Andy Roddick akhirnya merengkuh final Wimbledon pertama setelah empat tahun terakhir, sekaligus memupus ambisi Grand Slam perdana Andy Murray.
Roddick mengaku telah mengerahkan kemampuan terbaiknya saat berhadapan dengan Murray. Ia menyelesaikan empat set dan menyabet kemenangan 6-4 4-6 7-6 7-6 pada babak semifinal, dini hari tadi. Namun, ia sadar, suatu hari nanti Murray akan menggebrak.
"Saya tahu, saya harus bermain maksimal untuk menang," cetus peringkat enam dunia itu seperti dilansir Scotsman, Sabtu (4/7/2009).
"Sedangkan Murray bertekad melakukan gebrakan. Saya yakin ia bisa memenangi sejumlah gelar itu, mungkin lebih banyak,"sambungnya, "menurut saya, itu persoalan kesempatan, tinggal menunggu waktu."
Petenis AS 26 tahun ini terbilang masih muda. Namun, ia sempat dilupakan. Sejumlah komentator menilai zaman keemasan Roddick sudah lewat enam tahun lalu.
Sekarang, Roddick membuktikan kemampuannya belumlah surut dimakan usia. Ia baru saja membalik keadaan dengan performa terbaik sepanjang karier tenisnya di Wimbledon 2009.
Di final, Roddick akan menghadapi peringkat dua dunia Roger Federer, yang berjuang mencatatkan rekor 15 gelar Grand Slams, melampaui Pete Sampras.
(Devy Lubis)