FEDERATION Internationale de L'Automobile (FIA), baru saja menetapkan keputusan krusial yang bakal mengubah peta kejuaraan dunia Formula One 2009; diffuser boleh dipakai.
Rear diffuser atau pembaur belakang yang tertanam di mobil Brawn GP, Toyota dan Williams, dinilai legal. Artinya, ketiga tim tersebut di atas bakal tampil lebih cepat dari para peserta lainnya di lintasan nanti.
Kenapa demikian? Alasannya, pembaur ini menjadi pembeda antara mobil juara dengan mobil pecundang. Besutan milik trio Brawn, Toyota dan Williams lebih cepat. Lihat saja bagaimana Jenson Button dan Rubens Barrichello (Brawn), serta Jarno Trulli dan Timo Glock (Toyota), mendominasi podium Albert Park dan Sepang.
Terlepas dari masuknya Nick Heidfeld (BMW) yang menempati posisi kedua GP Malaysia, terlihat benar ada garis pembatas antara mobil ber-diffuser dengan mobil yang tidak memakainya.
Tim yang tidak memakai diffuser merajuk. Tapi keputusan sudah diambil FIA. Kini, yang bisa dilakukan perajuk adalah memasang pembaur di (maaf) bokong mobil mereka. Itu bila mereka tidak ingin tertinggal lebih jauh lagi dalam pengumpulan poin.
Tapi butuh waktu mengerjakannya. Pasang pembaur tidak semudah memasang ban, karena pembaur terkait langsung dengan keseluruhan reka rancang mobil.
Seperti yang dialami Red Bull Racing, paling cepat, di penghujung bulan Mei mendatang piranti itu baru bisa mereka jajal. Tim-tim yang belum memasang diffuser setidaknya harus berlaga dalam tiga grand prix ke depan tanpa mobil maksimal.
Akhir bulan depan bertepatan dengan dilangsungkannya GP Monaco. Sementara itu, sebelum GP Monaco masih ada Shanghai, Bahrain, dan Catalunya yang harus dilalui rombongan sirkus F1.
Artinya, peluang Button yang kini memimpin klasemen sementara WDC untuk menjauh dari kejaran para pesaingnya terbuka sangat, sangat lebar.
Memang, diffuser bukan penentu absolut bagi pembalap meraih gelar juara. Masih banyak komponen-komponen lain, seperti skill pembalap misalnya, atau faktor cuaca-seperti yang terjadi di Brasil musim lalu-- yang bisa ikut diperhitungkan.
Nah, berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi dan Geofisika China, hujan diprediksi bakal turun kala GP China digelar Minggu (19/4/2009). Tapi, kondisi cuaca juga pernah dipatahkan Button di Malaysia.
Inikah pertanda Button bakal menang lagi?
(Tb Al Amin Nurdi)