AJANG Grand Slam bergengsi Australian Open akan dimulai pekan depan. Seperti biasa, para petenis top dunia bakal saling sikut berebut trofi bergengsi awal tahun ini. Arti gelar juara di Rod Laver Arena bagi para aktor utama pentas tenis dunia sangatlah krusial. Penting, karena dengan modal juara Australian Open di tangan, para jawara tenis berharap dapat mengarungi perjalanan panjang satu musim kompetisi dengan penuh rasa percaya diri.
Saat ini, di bagian putra ada empat nama besar yang tengah menjadi sorotan sekaligus dijagokan bakal bersaing ketat merebut gelar juara. Mereka adalah Rafael Nadal (1), Roger Federer (2), Novak Djokovic (3) dan Andy Murray (4).
The Big Four tenis ini memang pantas dijagokan. Musim lalu, para maestro tersebut silih berganti meramaikan pentas drama kompetisi Grand Slam sepanjang tahun. Djokovic merebut Australian Open; Nadal mempertahankan gelar French Open untuk kali keempat dan juga gelar perdana Wimbledon; sementara Federer memboyong trofi US Open setelah menjungkalkan Murray di pertandingan terakhir.
Dari empat nama di atas, baru dua unggulan yang pernah mengecap manisnya sambutan spesial publik Melbourne. R-Fed dan Novak adalah yang terbaik dalam tiga edisi terakhir sedangkan Nadal dan Murray masih belum berpengalaman menjalani laga final di lapangan utama Rod Laver.
Namun bukan berarti peluang Nadal maupun Murray di negara kanguru ini lantas divonis lebih tipis dari R-Fed maupun Novak. Lihat saja bagaimana dua peluru muda ini melesat cepat mendobrak dominasi FedEx. Nadal dua kali mempecundangi Federer di Grand Slam lapangan tanah liat Roland Garros serta turnamen rumput Wimbledon di All England Club. Sementara Murray juga tampil cemerlang di awal tahun ini dengan mengalahkan Nadal dan Federer sekaligus pada turnamen ATP Qatar Open.
Aksi keduanya memang patut dicermati. Selain masih tergolong belia-Nadal (22) dan Murray (21), keduanya memiliki motivasi, determinasi serta skill yang terus mekar. Lihat saja bagaimana Nadal mulai bisa berbicara di luar lapangan tanah liat. Tengok juga bagaimana Murray terus mencoba mendobrak dominasi tiga besar dunia melalui determinasi serta kemampuannya beradaptasi dengan permainan level atas.
Jangan kesampingkan pula peluang Djokovic, sang peringkat tiga ATP asal Serbia. The Joker adalah pemain termuda dalam sejarah tenis modern yang sanggup mencapai babak semifinal keempat Grand Slam. Ditambah lagi, petenis 21 tahun ini adalah juara bertahan di Melbourne.
Khusus bagi Federer, tahun 2009 ini adalah momen yang pas baginya untuk bangkit menguasai percaturan tenis dunia. Dalam usia 27 tahun, peluang FedEx untuk mencetak sejarah masih terbentang luas. Dia hanya membutuhkan satu gelar Grand Slam lagi untuk dapat melewati rekor petenis legendaris asal AS Pete Sampras yang telah mengoleksi 14 trofi Grand Slam. Dengan catatan tentunya, dia sanggup mengatasi perlawanan "bocah-bocah ajaib" yang mulai berani mengusik tahtanya.
(Tb Al Amin Nurdi)