Usain Bolt Alami Kram di Penampilan Terakhirnya, Tim Jamaika Salahkan Panpel Kejuaraan Dunia Atletik 2017

Usain Bolt (Foto: AFP)

Usain Bolt (Foto: AFP)

LONDON – Pelari asal Jamaika, Usain Bolt, tak mampu meraih hasil maksimal di pengujung kariernya usai gagal total tampil pada Kejuaraan Dunia Atletik 2017. Setelah hanya  meraih perunggu di nomor andalannya 100 meter, Bolt juga gagal merebut emas di nomor 4x100 meter.

Bersama Omar McLeod, Julian Forte, dan Yohan Blake, Bolt tak mampu menyentuh garis finis setelah menjadi pelari keempat. Tampil sebagai penentu, pelari berusia 30 tahun itu harus terjatuh di tengah lintasan karena mengalami kram.

Lari dengan terpincang-pincang, Bolt akhirnya tak mampu melanjutkan perlombaan karena harus tergeletak di tengah lintasan. Menanggapi hal tersebut, salah satu rekannya, yakni McLeod menjelaskan, kram yang dialami Bolt sepenuhnya bukan salah pelari tercepat di dunia itu, tapi pihak panitia pelaksana (panpel) yang terlalu lama menahan para pelari di ruang tunggu.

(BACA JUGA: Cedera, Usain Bolt Gagal Rengkuh Emas Terakhirnya di Nomor Estafet Kejuaraan Dunia Atletik 2017)

“Ini konyol, kami berada di sana sekitar 45 menit menunggu di luar dan saya pikir mereka (panpel) masih memiliki tiga upacara penyerahan medali sebelum kami tampil,” ungkap McLeod, mengutip dari Mirror, Minggu (13/8/2017).

Hal tersebut juga diamini rekan lainnya yakni Blake. Bahkan Bolt sempat berkata kepada Blake yang mengatakan insiden tersebut sangat gila bagi seorang pelari yang terlalu menunggu setelah melakukan pemanasan di luar arena.

“Mereka menahan kami terlalu lama di ruang tunggu. Itu terlalu lama sementara Usain sudah kembali dingin. Usain bahkan berkata kepada saya, ‘Yohan, saya rasa ini gila’. Kami terus melakukan pemanasan dan menunggu, lalu pemanasan lagi dan menunggu,” tutur Blake, seusai laga.

(fmh)