Legenda Suzuki: Reaksi Kami Dalam Mengatasi Masalah di Musim Ini memang Lambat

foto: Crash.net

foto: Crash.net

HAMAMATSU – Tim Suzuki Ecstar memang tampil di bawah ekspektasi di paruh pertama MotoGP 2017. Legenda pabrikan Jepang tersebut, Kevin Schwantz pun tak segan melontarkan kritikan pada eks timnya itu. Yang paling anyar, Schwantz menyebut Suzuki lamban dalam mengatasi masalah yang terjadi pada motor GSX-RR di musim ini.

Andrea Iannone yang diharapkan mampu bersinar setelah diboyong dari Ducati Corse, justru tampil melempem. Sembilan race telah dilalui rider berjuluk The Maniac itu bersama Suzuki di MotoGP 2017, namun ia telah tiga kali gagal finis dan sejauh ini posisi ketujuh adalah posisi finis terbaiknya dengan motor GSX-RR.

Iannone kini terpuruk di peringkat 16 papan klasemen rider, mengoleksi 11 poin lebih sedikit dibanding musim lalu di titik ini (sampai jeda tengah musim).

Sementara itu, tandem Iannone, Alex Rins, kerap diganggu cedera pergelangan tangan. Rider muda Spanyol itu kini terpuruk di peringkat 22 papan klasemen, dengan hanya mengumpulkan tujuh poin lantaran memang ia harus absen balapan di lima seri akibat cedera tersebut.

“Masalah Suzuki harusnya sudah harus diatasi sebelum situasi semakin buruk. Kini mereka sudah memasuki pertengahan musim, dan berapa poin yang mereka raih? Sesungguhnya tidak ada! Mereka lamban dalam mengatasi masalah yang terjadi pada motor di musim ini” ketus Schwantz seperti dilansir RACER.

“Di sisi lain, ada KTM dan Aprilia yang notabene pabrikan baru, tapi para petinggi mereka sudah lama tahu apa yang terjadi dalam tim mereka,” lanjut sang legenda.

“Saya selalu yakin semua pabrikan Jepang sama-sama bekerja keras. Suzuki memang tak sebesar Honda dan Yamaha, tapi ini keuntungan mereka. Suzuki seharusnya bisa bereaksi cepat jika tim mereka butuh sasis, swingarm atau perangkat baru lainnya. Semua tahu Suzuki punya kemampuan dan kapasitas merakit motor yang bisa memperebutkan gelar dunia,” tukas juara dunia premier class musim 1993 tersebut.

(fmh)