SPORTPEDIA: Bersama Williams Renshaw dan Pete Sampras, Federer Petenis Tunggal Putra

Roger Federer. (Foto: Sportskeeda)

Roger Federer. (Foto: Sportskeeda)

SEBAGAI turnamen tertua dalam olahraga tenis, Wimbledon menjadi buruan para petenis untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya, terutama pada petenis tunggal putra. Maklum, didirikan sejak 1877 itu tetap menjaga tradisi dengan bermain di arena rumput.

Salah satu legenda tenis tunggal putra, William Renshaw menorehkan prestasi memukau. Bahkan petenis kelahiran Royal Leamington Spa, Inggris itu mengharumkan Negeri Elizabeth II sebagai tuan rumah. Bagaimana tidak, ia sukses menggandol tujuh trofi Wimbledon pada 1881,1882,1883,1884,1885,1886 dan 1889).

Sejatinya ia mampu mendapatkan delapan secara beruntun jika saja tak kehilangan gelar juara pada 1887. Kala itu William kalah dari Herbert Lawford dengan skor 6–2, 6–3, 2–6, 4–6, 6–4. Namun, apa yang dilakukan petenis yang juga bertanding Grand Slam double itu terbilang sukses.

Butuh satu abad untuk bisa menyamakan rekor yang dimiliki oleh William Renshaw. Adalah Pete Sampras, petenis asal Amerika Serikat yang mampu membuat catatan yang hampir sama. Pria kelahiran California itu sukses menggandol tujuh piala cangkir emas berukir.

Ya, Sampras menjuarai Wimbledon pada 1993,1994,1995,1997,1998,1999 dan 2000. Bedanya dengan Renshaw, Sampras sempat kehilangan gelar pada 1996, di mana ia takluk dari Richard Krajicek di perempatfinal dengan skor 5-7,6-7,4-6.

Sepanjang kariernya, Sampras memiliki gaya permainan yang mengagumkan. Tercatat ia banyak memproduksi ace, poin-poin kritis dan servis. Untuk servisnya, itu merupakan yang terbaik karena pukulan keduanya hampir sama cepatnya dengan pukulan pertama.

Mantan petenis nomor satu dunia pada 1993 itu memutuskan pensiun pada Agustus 2003. Selama berkarier ia sukses menorehkan 14 Grand Slam di antaranya Australia Open (1994 dan 1997), US Open (1990,1993,1995,1996 dan 2002), Wimbledon (1993,1994,1995,1997,1998,1999 dan 2000).

Memasuki era Millenium, tak membutuhkan waktu lama untuk menunggu kelahiran petenis andal. Sebab, Roger Federer terlahir memang untuk menjadi juara tenis dunia. Ya, gelar Grand Slam pertamanya didapatkan di arena Wimbledon pada 2003.

Pria asal Swiss itu telah menjuarai turnamen prestisius itu sebanyak tujuh kali, yakni 2003, 2004,2006,2007,2009 dan 2012. Bahkan, petenis yang meraih predikat petenis nomor satu dunia pada 2004 itu meraih gelar Grand Slam lebih baik di bandingkan dengan dua pendahulunya.

Tentu dengan melihat raihan koleksi gelar Grand Slam Federer. Ia telah mengoleksi 18 trofi selain Wimbledon, yaitu Australia Open (2004,2006,2007,210 dan 2017), Prancis Open (2009), US Open (2004,2005,2006,2007,2008).

Sebagai petenis tunggal putra, Federer memiliki kelebihan dibandingkan dengan Renshaw dan Sampras. Petenis yang berusia 35 tahun tersebut mampu bermain di segala tipe seperti grass, tanah liat atau tempat keras. Alhasil, gaya bermain rival dari Rafael Nadal itu terlihat sangat efisien dan mampu menyeimbangkan tempo permainannya.

(fmh)