Miliki Semangat Pantang Tumbang, Cara Mercedes Menjadi Tim yang Tangguh

Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, saat melaju di GP Kanada 2017 (Foto: AFP)

Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, saat melaju di GP Kanada 2017 (Foto: AFP)

BAKU – Kompetisi balap Formula One (F1) 2017 dapat dikatakan merupakan sebuah kejuaraan yang menarik. Pasalnya, di musim ini, terdapat persaingan yang ketat dari dua pabrikan kenamaan, yakni Mercedes dan Ferrari.

Hal tersebut jelas berbeda dengan beberapa musim sebelumnya, di mana hanya terdapat satu tim, yakni Mercedes saja yang mendominasi jalannya kejuaraan. Kebangkitan Ferrari di musim ini pun membuat Mercedes tak bisa lagi duduk bersantai.

Tim berjuluk The Silver Arrow itu bahkan beberapa kali harus mendera rasa sakit lantaran dikalahkan oleh Ferrari. Menanggapi hal itu, bos Mercedes, Toto Wolff, menjelaskan bahwa timnya sampai kapan pun tidak akan pernah menyerah. Meskipun kalah dari Ferrari, pria Austria itu menerangkan bahwa timnya akan selalu bangkit kembali dan menjadi lebih baik lagi.

“Bila Anda mengalami hari yang buruk, Anda mungkin akan kecewa dan mulai menarik diri dan mulai bertindak atasnya. Inilah yang telah kami lakukan. Kami terus maju, dan ini adalah hari-hari yang membuat Anda jauh lebih berkembang ketimbang ketika mendapatkan hari-hari yang bagus,” ungkap Wolff, menyadur dari The National, Selasa (20/62017).

“Setiap kali kami mengalami akhir pekan yang sulit, kami kembali dengan menjadi lebih kuat. Dan itu berbicara banyak untuk orang-orang di tim,” tandas Wolff.

(fmh)