Capai Target di Indonesia Open 2017, PBSI Tetap Harapkan Regenerasi Pemain

Tontowi/Liliyana juara Indonesia Open 2017. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

Tontowi/Liliyana juara Indonesia Open 2017. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI, Achmad Budiharto, menilai penampilan para atlet Merah Putih di Indonesia Open Superseries Premier 2017 sudah sesuai target. Satu gelar berhasil dipersembahkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang keluar menjadi juara di nomor ganda campuran.

Keduanya sukses mengandaskan pasangan peringkat satu dunia asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen dengan dua set langsung 22-20 dan 21-15. Meski begitu target ini meleset. Pasalnya, bukan Tontowi/Liliyana yang ditargetkan juara, melainkan pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Namun, hal itu tak menjadi persoalan berarti.

"Untuk atlet, kami memang menargetkan satu gelar dan ini bisa tercapai. Tontowi/Liliyana akhirnya bisa juara, tapi dari segi pembinaan dan regenerasi ini masih menjadi catatan penting untuk kami semua karena masih bertumpu pada pemain senior," ucap Achmad, Senin (19/6/2017).

Sebelumnya Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susi Susanti mengatakan sempat senang dengan adanya wajah baru yang tampil di semifinal seperti pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Namun, langkah mereka harus terhenti di babak empat besar . Hal itu pun disayangkan PBSI yang diwakili oleh Budi -sapaan akrab Budiharto.

"Kami sempat berharap pada pasangan Fajar/Rian bisa berbuat lebih, tetapi ternyata mereka belum bisa mengatasi tekanan, mereka masih butuh pengalaman dan jam terbang lebih untuk bisa berhasil masuk ke level yang lebih tinggi," tutupnya.

(Ram)