Sportpedia: Asal Usul Nama Piala Sudirman

Piala Sudirman (Foto: BWF)

Piala Sudirman (Foto: BWF)

GELARAN Piala Sudirman 2017 akan berlangsung di Gold Coast, Australia, pada 21-28 Mei 2017. Tim Indonesia pun sudah mengirimkan sejumlah wakilnya untuk mengikuti kejuaraan beregu campuran tersebut.

Asal usul nama Piala Sudirman diambil dari tokoh legendaris bulu tangkis Indonesia, Dick Sudirman. Hal itu tidak terlepas dari peran Sudirman di kancah perbulutangkisan Indonesia dan dunia.

Sudirman lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 29 April 1922. Sudirman akrab disapa dengan sebutan Dirman (dalam negeri) dan Mr Dick (luar negeri).

Sudirman menjadi salah satu pendiri Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan dikenal juga sebagai bapak bulu tangkis Indonesia. Ia menjabat sebagai Ketua Umum PBSI selama lima periode, yakni 1952-1963 dan 1968-1981.

Selama Sudirman menjabat sebagai Ketua PBSI, prestasi bulu tangkis Indonesia dapat dikatakan gemilang. Kala itu, kontingen Merah Putih berhasil meraih delapan gelar Piala Thomas (beregu putra) dan satu kali Piala Uber (beregu putri) serta sejumlah gelar prestisius di turnamen All England dan Kejuaraan Dunia.

Sudirman ditunjuk sebagai wakil Presiden IBF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) pada 1975. Ia pun berjasa untuk menyatukan kembali perpecahan yang terjadi di IBF saat terdapat badan bulu tangkis dunia tandingan bernama World Badminton Federation (WBF) pada 28 Mei 1979.

Sudirman mengajukan proposal untuk menyatukan kembali kedua badan tersebut. Setelah diadakan rekonsiliasi, akhirnya IBF kembali menjadi badan tertinggi bulu tangkis dunia pada 1981 yang sekarang bernama BWF.

Pada pertemuan Council Members IBF di Singapura 1988, perwakilan Indonesia mengajukan diri untuk memberikan nama kejuaraan beregu campuran dengan nama Piala Sudirman. Kejuaran itu mempertandingkan lima sektor, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Setahun berselang, Piala Sudirman 1989 pun bergulir untuk pertama kalinya di Jakarta, Indonesia. Saat itu, secara dramatis Indonesia berhasil menjuarai trofi tersebut usai mengalahkan Korea Selatan di final dengan skor 3-2.

(fmh)