Sport Time: 5 Atlet yang Mengubah Sejarah Olahraga

Muhammad Ali (Foto: Abdelhak Senna/AFP)

Muhammad Ali (Foto: Abdelhak Senna/AFP)

DUNIA olahraga adalah bidang yang sebenarnya bersifat universal. Namun, ada kalanya banyak faktor yang membuat mereka untuk tak bisa tampil dalam sebuah kompetisi olahraga. Terlepas dari itu, berikut lima atlet yang membuktikan bahwa tidak ada yang bisa memadamkan semangat dan kecintaan mereka terhadap olahraga.

1. Althea Gibson

Gibson merupakan perempuan keturunan Afrika-Amerika yang tidak hanya mendapatkan penghargaan dalam satu, tetapi dua bidang olahraga. Kedua cabang olahraga tersebut yakni tenis dan golf. Bahkan saat kecil, dirinya sempat menjadi atlet olahraga lari.

Dia juga menjadi perempuan hitam pertama yang berhasil menjuarai Wimbledon di kategori putri pada 1951. Tak hanya itu, ia juga berhasil memenangi Prancis Open 1956, Wimbledon, dan Amerika Serikat Open 1957-1958. Berikutnya, ia pun mulai menjamah olahraga golf. Sayang, kariernya di golf tak sesukses ketika ia tampil menjadi pemain tenis.

2. Frederick Fritz Pollard

Salah satu pelopor orang kulit hitam dalam dunia olahraga football profesional pertama adalah Frederick Douglass ‘Fritz’ Pollard. Dia juga adalah pelatih pertama Afrika-Amerika National Football League (NFL) dan orang kulit hitam pertama yang bermain di Rose Bowl pada 1915.

3. Babe Didrikson Zaharias

Zaharias merupakan perempuan yang menentang feminisme tradisional dan membuktikan bahwa kaum hawa bisa menjadi atlet yang luar biasa. Sebagai atlet perempuan terbesar di dunia, Zaharias mendominasi berbagai olahraga seperti tenis, bola basket, atletik, golf, dan bisbol.

Di cabang olahraga atletik, Zaharias sukses memenangkan dua medali emas dan perak pada Olimpiade 1932. Sementara di golf, dia berhasil memenangkan 82 turnamen, termasuk untuk kategori amatir dan profesional.

4. Muhammad Ali

Ali diakui sebagai salah satu wajah paling terkenal pada abad ke-20 sebagai petinju yang luar biasa. Prestasinya sudah menanjak saat berusia 17 tahun dengan memenangi Golden Golves pada 1959. Lalu berikutnya meraih medali Olimpiade pada 1960-an. Hingga kemudian, ia beralih ke pro dan tak terkalahkan sepanjang 1960-an dan menjuarai kelas berat dunia.

Pada 1964, ia membuat kontroversi dengan mengadaptasi nama Muhammad Ali setelah bergabung dengan Nation of Islam. Dia mengutip keyakinannya sebagai alasan menolak pertempuran dalam perang Vietnam. Namun, setelah itu, dirinya terus melambung dan berhasil meraih kemenangan beruntun.

5. Jackie Robinson

Ketika Robinson dipanggil untuk bergabung bersama Brooklyn Dodgers untuk mengarungi Major League Baseball (MLB) pada 1947, MLB tidak pernah memainkan pemain keturunan Afrika-Amerika sejak 1889.

Karier Robinson dalam bisbol sangatlah cemerlang, termasuk memenangkan enam Pennants dan Kejuaraan Series Dunia untuk timnya. Dia diakui sebagai rookie terbaik, pemain terbaik, dan dilantik menjadi Hall of Fame Baseball pada 1962.

(fmh)