Wadahi Pembalap Liar, Sumenep Open Road Race Siap Digelar

Sumenep Open Road Race 2017 siap digelar. (Foto:Okezone/Syaiful Islam)

Sumenep Open Road Race 2017 siap digelar. (Foto:Okezone/Syaiful Islam)

SURABAYA – Untuk mengobati rasa kerinduan masyarakat terhadap lomba balap motor di Kabupaten Sumenep, Madura, Jatim akhirnya akan digelar road race pada 7 Mei 2017 mendatang.

Maklum kabupaten paling ujung timur di pulau Madura ini sudah lama tidak menggadakan event adu nyali di atas motor tersebut. Balap motor yang bertajuk Sumenep Open Road Race 2017 akan melombakan 17 klas.   

Hingga kini persiapan Road Race sudah 95 persen. Bahkan, pihak panitia sudah membuat sirkuit bersifat sementara yang safetynya tinggi. Adapun sirkuit ini lokasinya terletak di depan Kraton Sumenep.

Sumenep Open Road Race 2017 sendiri diselenggarakan Tim Balap Saputra Corp yang kerjasama dengan Pemkab Sumenep dan IMI Jatim. Panitia menyiapkan hadiah utama berupa sepeda motor, dan doorprize bagi penonton.

“Setelah kita buka pendaftaran, respon pembalap lokal di Sumenep sangat bagus. Sebelumnya mereka yang balapan bonek artinya tidak professional, dengan adanya road race mulai mendaftar,” terang Ketua Pelaksana, Adi Afandi, pada Okezone di studio Sindotrijaya Surabaya, Jumat (5/5/2017).

Menurut Adi, road race sendiri digelar pada sirkuit non permanen di areal pemerintahan pemkab Sumenep. Sebab, sebelumnya lokasi tersebut sudah disurvei IMI Jatim dan dinyatakan cocok.

“Lokasi sirkuitnya berada di tengah kota, dan dikelilingi tempat bersejarah. Nanti akan ada bintang tamu pembalap nasional wanita yakni Raya Kitty. Kami siapkan hadiah utama sepeda motor,” ungkap Adi.

Hal senada juga diungkapkan mantan pembalap nasional, Franky Lauren. Ia menyatakan pihaknya ingin Sumenep bangkit untuk mewadahi anak - anak yang balapn liar. Dimana yang dijadikan sirkuit adalah jalan, tapi safety juga tinggi.

“Untuk persiapan sudah 95 persen. Sekarang kita sudah bangun sirkuit dadakan, yang tentunya safety tetap kita perhatikan. Dengan biaya murah, pembalap lokal bisa ikut balapan klas standart,” ucap mantan Pengurus IMI ini.

Ia menambahkan, momen balapan tersebut harus dimanfaatkan dengan baik. Pasalnya, pada PON 2020 balapan motor masuk cabor. Sehingga pembalap lokal nantinya bisa dibina untuk mewakili daerahnya pada PON.

“Ada 17 klas yang dilombakan dalam road race. Peserta tidak sampai lebih 200 pembalap. Balapan tidak ada istirahat, kecuali sholat. Pagi dibuka dan sore harus selesai. Road race akan diikuti pembalap nasional seperti M Zaki, Tomi Salim, dan Sabrina. Kita undang mereka untuk beri contoh pada pembalap pemula,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, pihaknya memberikan lampu hijau terhadap road race karena salah satu alasan untuk merealisasikan janji saat kampanye dulu.

“Banyak aspirasi dari teman pemuda saat kampanye dulu, mereka bilang mau pilih saya jika mengadakan drag dan road race. Kita sudah menggelar drag 4 kali. Sebenarnya banyak balap liar di Sumenep selama ini, dengan adanya road race kita sambil melihat keberanian mereka di turnamen. Kami berharap keberanian mereka bisa menjadi bakat,” papar Fauzi.

(rzs)