Hadapi Satria Muda di Final IBL 2017, Ini Strategi Pelita Jaya

Ilustrasi basket. (Foto: Shutterstock)

Ilustrasi basket. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA -  Pelita Jaya (PJ) Energi Mega Persada Jakarta akan meredam transisi permainan Satria Muda (SM) Pertamina demi mendapatkan hasil maksimal di final Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2017 yang dimulai Kamis 4 Mei 2017.

"Kami harus meredam transisi bertahan ke menyerang dan serangan cepat SM," kata pelatih PJ, Johannis Winar, di Jakarta.

Menurut pria yang akrab disapa Ahang tersebut, permainan SM tersebut akan coba dihentikan oleh timnya dengan penampilan kompak.

"Kami fokus bermain dengan kekuatan tim," tutur dia.

Pelita Jaya melaju ke babak final dengan mulus setelah di "final four" Divisi Putih menaklukkan W88.News Aspac Jakarta dalam dua pertandingan langsung.

Sedangkan Satria Muda, harus bertanding tiga laga di babak empat besar Divisi Merah untuk menyingkirkan CLS Knights Surabaya.

Beberapa faktor yang menguntungkan bagi Pelita Jaya jelang final adalah kembalinya big man asing mereka, Kore White yang sebelumnya dihukum larangan bertanding di dua laga dan center lokal Adhi Pratama Prasetyo Putra yang baru pulih dari cedera panjang.

Ketika menghadapi Aspac di laga pertama semifinal, Kore White belum bisa tampil. Namun Adhi Pratama berhasil tampil gemilang dengan mencatatkan double-double yaitu 10 poin, 12 rebound dan dua assist.

Pada pertandingan kedua babak empat besar itu, Kore White yang sudah dapat berkiprah gantian menjadi bintang dengan 28 poin, 10 rebound dan empat assist.

Adapun laga pertama final IBL 2017 diadakan di GOR C-Tra Arena, Bandung, yang dipilih sebagai kandang Pelita Jaya. Kemudian, pertandingan kedua dilaksanakan Sabtu 6 Mei 2017 di kandang SM, Britama Arena, Jakarta. Jika pada dua partai tersebut kedudukan kedua tim seri, final dilanjutkan ke laga ketiga, Minggu 7 Mei 2017 masih di Britama Arena.

(Ram)