Kalah di Semifinal, Aspac Jakarta Optimis Lebih Bersinar di IBL 2018

Ilustrasi basket. (Foto: Shutterstock)

Ilustrasi basket. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Point guard Aspac Jakarta Andakara Prastawa Dhyaksa merasa yakin timnya akan jauh lebih siap berkompetisi pada Liga Bola Basket Indonesia (IBL) musim depan, setelah tahun ini gagal melangkah ke final.

Aspac dikalahkan Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta di semifinal "best of three" Divisi Putih IBL 2017 dalam dua pertandingan langsung.

"Pemantauan pemain asing akan dilakukan dengan lebih bagus. Jadi kami lebih siap pada musim depan," ujar Prastawa di Jakarta.

Faktor ketidakcocokan dengan pemain asing memang menjadi salah satu kendala Aspac pada musim ini. Awalnya, mereka diperkuat oleh pemain naturalisasi Anthony Hangrove Jr. dan pebasket impor Pierre Henderson, yang keduanya bertipikal big man. Namun karena dianggap tak berpenampilan bagus, jelang Seri VI Hangrove digantikan oleh point guard Dominique Williams.

Kemudian, Pierre Henderson juga masuk jajaran pemain yang ditukar, tepatnya pada Seri VIII. Ketika itu, Aspac merekrut pemain asing Chris Hill sebagai pengganti Pierre, tetapi ternyata Chris tidak bisa berkiprah sesuai harapan.

Sebagai solusi, manajemen Aspac mendepak Chris dan kembali menggunakan jasa Pierre di playoff IBL saat melawan Pacific Caesar Surabaya.

"Pergantian-pergantian itu membuat suasana tim jadi tidak nyaman," tutur Prastawa.

Selain masalah pemain impor, kedatangan empat pemain baru dari Stadium Jakarta ternyata juga menimbulkan kendala bagi Aspac dalam mengarungi musim 2017.

Para pemain anyar tersebut adalah Valentino Wuwungan, Abraham Damar Grahita, Raymond Shariputra dan Pringgo Regowo.

"Kami agak terlambat menyatukan tim," kata Prastawa.

 Adapun di IBL 2017, Aspac mencatatkan 10 kemenangan dari 15 laga di musim reguler. Mereka menang atas Pacific Caesar di dua laga babak playoff, tetapi takluk dua pertandingan dari W88.News Aspac Jakarta di semifinal.

(Ram)