Hadapi Partai Hidup Mati di Semifinal IBL 2017, CLS Knight Ingin Raih Kemenangan atas Satria Muda

CLS Knight vs Satria Muda di semifinal IBL 2017 (Foto: ANTARA)

CLS Knight vs Satria Muda di semifinal IBL 2017 (Foto: ANTARA)

JAKARTA - CLS Knights Surabaya ingin menutup semifinal Divisi Merah Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2017 dengan kemenangan dan melaju ke final pada 4-7 Mei 2017.

"Tidak ada jalan lain kami harus menang di gim ketiga," kata pelatih CLS Wahyu Widayat Jati usai mendampingi timnya berlaga di pertandingan kedua "final four" IBL melawan Satria Muda (SM) Pertamina di Britama Arena, Jakarta.

CLS sendiri kalah dari SM pada laga tersebut dengan skor 71-66. Hasil itu membuat kedudukan semifinal "best of three" menjadi 1-1 karena pada laga pertama di GOR Kertajaya, Surabaya, Rabu 198 April 2017, CLS menang dengan skor 80-60.

Menurut Cacing, sapaan Wahyu, agar dapat menundukkan SM, CLS harus bermain disiplin dan mengurangi kesalahan atau "turnover" sepanjang laga.

Kemudian, dia juga meminta anak-anak asuhnya tidak ragu untuk mengambil keputusan menembak tiga angka jika sudah dalam posisi terbuka.

Oleh karena itu, Cacing pun berharap para pemain CLS dapat menampilkan kemampuan terbaiknya. Dia mencontohkan seperti Mario Wuysang, yang pada laga kedua semifinal di Jakarta cuma membuat dua poin.

"Biasanya Mario bisa mencetak setidaknya tujuh poin. Namun saya yakin besok hal seperti ini akan semakin baik," ujar dia.

Adapun satu-satunya ganjalan bagi CLS dalam usaha menggapai final adalah cederanya small forward Kaleb Ramot. Menurut Cacing, pemain berusia 25 tahun itu tidak bisa dimainkan karena bermasalah di lututnya.

Pertandingan ketiga yang menjadi penentu tim mana berhak menuju final IBL Pertalite 2017 pada 4-7 Mei 2017 dari Divisi Merah, digelar pada Minggu (23/4) pukul 19.00 WIB, masih di Britama Arena, Jakarta.

(fmh)