Tak Ingin Kembali Terima Penalti, Iannone: Suzuki Punya Potensi Bagus!

Andrea Iannone & Valentino Rossi (Foto: AFP)

Andrea Iannone & Valentino Rossi (Foto: AFP)

AUSTIN – Sempat menerima penalti karena melakukan jump start dalam Grand Prix (GP) Argentina 2017, pembalap Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone mengatakan tidak ingin kejadian yang merugikan dirinya itu terulang kembali dalam balapan-balapan selanjutnya selama musim 2017.

Akibatnya, ia dihukum melewati pit stop dengan kecepatan rendah. Karena hukuman itu, The Maniac Joe –begitu Iannone disebut- harus kehilangan beberapa detik dan finis berada di urutan paling belakang.

 “Saya telah berbicara dengan Webb (Race Director) dan ia paham saya tidak mendapat keuntungan dari masalah itu. Saya senang mendengar pernyataan mereka yang mengaku terbuka untuk diskusi lebih lanjut. Jika berhasil mencapai persetujuan, maka aturan itu akan berubah,” ungkap Iannone mengutip dari GP One, Jumat (21/4/2017).

Pembalap berusia 27 tahun itu juga mengatakan, timnya harus bereaksi terhadap kasus yang dialaminya itu. Iannone mengaku Suzuki memiliki potensi bagus dan bisa berjuang untuk merebut posisi enam atau tujuh di GP Amerika Serikat yang berlangsung akhir pekan ini. Menghadapi balapan di Sirkuit Austin dalam gelaran GP Amerika Serikat, ia pun memberikan pendapatnya.

“Sejujurnya saya tidak begitu tahu apa yang harus diharapkan dari motor (Suzuki) ini. Saya tidak pernah membawa motor ini di Austin, jadi bagi saya ini semua hal yang baru. Tapi, tahun lalu saya melakukan balapan yang hebat dan bisa meraih podium di sini,” tutup rider asal Italia itu.

Sebelum menjadi pembalap Suzuki, Iannone memang mengaspal bersama Tim Ducati. Kala membela Ducati, Iannnone pernah meraih podium ketiga di Sirkuit Austin dalam GP 2016.

(fmh)