Pemerintah Usulkan Pengurangan Cabang Olahraga dalam Asian Games

JAKARTA - Pemerintah berencana untuk mengurangi jumlah cabang olahraga dalam Asian Games 2018 mendatang. Hal ini dibahas malam ini antara Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Ketua Penyelengaraan Asian Games dengan Olympic Council of Asia (OCA) atau Komite Olimpiade Asia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, jumlah cabang olahraga ini rencananya akan dikurangi dari 42 cabang olahraga menjadi 36 cabang. Pengurangan ini dilakukan terkait dengan efisiensi anggaran.

"Kenapa kita kurangi hal tersebut adalah cost efektif, efisiensi dan cost efektif. Dalam kontraknya setiap kegiatan internasional itu harus cost efektif. Kita harap kalau disetujui nanti 36, artinya akan ada 484 nomor pertandingan kita akan kita evaluasi lagi terkait penyelenggaraan," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (17/4/2017).

Semantara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan masih terdapat beberapa opsi dalam pengurangan jumlah cabang olahraga ini. Adapun cabang olahraga yang dipertimbangkan untuk dikurangi adalah yang cabang olahraga yang kemungkinan besar tidak memberikan medali kepada Indonesia.

"Saya tidak bisa jelaskan secara detail pengurangan cabang olahraga. Cabang olahraga yang diusulkan untuk renegosiasi itu adalah yang tidak potensi mendapatkan medali. Entah itu emas, perak, dan perunggu. Kedua, dengan pengurangan cabang olahraga tentu akan ada efektifitas dalam beberapa hal. Baik itu atlet, ofisial, dan sarana pendukung yang lain. Ada opsi 36,37,38,39 cabang olahraga," tutur Imam.

Melalui pemangkasan cabang olahraga ini, maka pemerintah nantinya dapat melakukan efisiensi anggaran. Hanya saja, belum dapat dipastikan apakah pengurangan cabang olahraga ini nantinya dapat disetujui oleh OCA.

"Sekali dikurangi, infrastuktur yang akan dibangun akan dikurangi juga. Lalu juga di atlet akan dikurangi, penyelengaraan akan dikurangi. Kalau atlet dengan 42 cabang olahraga (anggaran yang dibutuhkan) masih Rp1,2 triliun. Infrastruktur sekitar Rp7 triliun. Penyelengaraan Rp4,5 triliun," tutupnya.

(lsk)