Meski Keadaan Berduka, Isaiah Thomas Dapat Pujian Lewat Komitmennya Bela Boston Celtics

Komitmen Isaiah Thomas tampil di tengah duka cita tuai pujian
Bintang Boston Celtics, Isaiah Thomas, tengah dirundung duka setelah adik perempuannya, Chyna Thomas, tewas dalam kecelakaan tunggal tragis di Washington, Amerika Serikat, pada Sabtu (15/4) setempat. Meski demikian, Thomas tetap berkomitmen tampil membela timnya dalam laga pertama putaran pertama playoff NBA melawan Chicago Bulls di TD Garden, Massachussets, sehari berselang.
Di tengah duka cita, Thomas tetap tampil maksimal dengan mencetak 33 poin, mengamankan lima rebound dan mengirimkan enam assist dalam 38 menit waktu bermainnya di atas lapangan.
Meski pada akhirnya Celtics harus mengakui keunggulan Bulls 102-106, penampilan Thomas tak pelak menuai pujian dari sang pelatih, Brad Stevens, yang menilai penampilan sang pemain menginspirasinya.
"Saya bukan hanya bangga terhadap upaya tim ini memenangkan pertandingan, tetapi juga mendukung dia (Thomas). Tak ada perasaan lain selain terinspirasi dari cara ia bermain," kata Stevens selepas pertandingan sebagaimana dilansir laman resmi NBA.
"Ia luar biasa. Ia adalah pemain dan sosok yang luar biasa, aral dan rintangan kian hari kian sulit baginya, namun ia bisa menampilkan permainan seperti itu," ujar Stevens menambahkan merujuk pada pencapaian Thomas di laga tersebut.
Stevens mengaku memberikan pilihan penuh kepada Thomas apakah ia ingin bermain di laga pertama tersebut atau tidak, sembari mengaku bilapun Thomas memutuskan absen ia tidak akan keberatan.
Hingga Minggu (16/4) siang setempat, Thomas masih terlihat menangis di bangku pemain dalam sesi latihan ditemani rekan setimnya, Avery Bradley, yang merangkulnya erat, namun beberapa jam berselang Thomas sukses melesakkan 10 dari 18 kali percobaan tembakannya dalam laga melawan Bulls.
Bradley sendiri mengapresiasi penampilan Thomas, yang dinilainya bermain tak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk keluarganya dan mendiang adik perempuannya.
"Sebagai rekan setim kami mengapresiasi itu. Ia adalah pebasket dan sosok yang luar biasa, sungguh saya bahagia dengan cara ia bermain malam ini dan kami harus berjuang terus untuknya," kata Bradley yang mencetak 14 poin di laga tersebut.
Celtics juga menyampaikan belasungkawa atas kepergian adik Thomas dengan mengheningkan cipta sebelum para pemain memasuki lapangan sembari menampilkan tulisan "In memory of Chyna Thomas" di papan skor, yang direspon dengan keadaan hening bak misa kebaktian gereja oleh para penonton.
Hingga jelang pertandingan dimulai, Thomas masih menyeka air matanya, sebelum ia melantai berlaga mengenakan sepatu yang sengaja ia tulisi sendiri dengan tulisan "Chyna", "I Love You" dan "4-15-17".

BOSTON - Bintang Boston Celtics, Isaiah Thomas, tengah dirundung duka setelah adik perempuannya, Chyna Thomas, tewas dalam kecelakaan tunggal tragis di Washington, Amerika Serikat, pada Sabtu (15/4) setempat. Meski demikian, Thomas tetap berkomitmen tampil membela timnya dalam laga pertama putaran pertama playoff NBA melawan Chicago Bulls di TD Garden, Massachussets.


Di tengah duka cita, Thomas tetap tampil maksimal dengan mencetak 33 poin, mengamankan lima rebound dan mengirimkan enam assist dalam 38 menit waktu bermainnya di atas lapangan.
Meski pada akhirnya Celtics harus mengakui keunggulan Bulls 102-106, penampilan Thomas tak pelak menuai pujian dari sang pelatih, Brad Stevens, yang menilai penampilan sang pemain menginspirasinya.

"Saya bukan hanya bangga terhadap upaya tim ini memenangkan pertandingan, tetapi juga mendukung dia (Thomas). Tak ada perasaan lain selain terinspirasi dari cara ia bermain," kata Stevens selepas pertandingan sebagaimana dilansir laman resmi NBA.

"Ia luar biasa. Ia adalah pemain dan sosok yang luar biasa, aral dan rintangan kian hari kian sulit baginya, namun ia bisa menampilkan permainan seperti itu," ujar Stevens menambahkan merujuk pada pencapaian Thomas di laga tersebut.

Stevens mengaku memberikan pilihan penuh kepada Thomas apakah ia ingin bermain di laga pertama tersebut atau tidak, sembari mengaku bilapun Thomas memutuskan absen ia tidak akan keberatan.Hingga Minggu (16/4) siang setempat, Thomas masih terlihat menangis di bangku pemain dalam sesi latihan ditemani rekan setimnya, Avery Bradley, yang merangkulnya erat, namun beberapa jam berselang Thomas sukses melesakkan 10 dari 18 kali percobaan tembakannya dalam laga melawan Bulls.

Bradley sendiri mengapresiasi penampilan Thomas, yang dinilainya bermain tak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk keluarganya dan mendiang adik perempuannya.
"Sebagai rekan setim kami mengapresiasi itu. Ia adalah pebasket dan sosok yang luar biasa, sungguh saya bahagia dengan cara ia bermain malam ini dan kami harus berjuang terus untuknya," kata Bradley yang mencetak 14 poin di laga tersebut.

Celtics juga menyampaikan belasungkawa atas kepergian adik Thomas dengan mengheningkan cipta sebelum para pemain memasuki lapangan sembari menampilkan tulisan "In memory of Chyna Thomas" di papan skor, yang direspon dengan keadaan hening bak misa kebaktian gereja oleh para penonton.

Hingga jelang pertandingan dimulai, Thomas masih menyeka air matanya, sebelum ia melantai berlaga mengenakan sepatu yang sengaja ia tulisi sendiri dengan tulisan "Chyna", "I Love You" dan "4-15-17".

(fmh)
TAG : EA EA