Syarat Maverick Vinales Juara Dunia MotoGP 2017

Maverick Vinales. (Foto: MCN)

Maverick Vinales. (Foto: MCN)

PEMBALAP anyar Movistar Yamaha, Maverick Vinales, tak bisa di pandang sebelah mata dalam perburuan gelar juara MotoGP 2017. Mantan rider Suzuki Ecstar itu seakan memberikan peringatan kepada joki andalan seperti Marc Marquez (Repsol Honda), Jorge Lorenzo (Ducati Corse) dan rekan setimnya, Valentino Rossi.

Sejak menjajal YZR-M1 di pascamusim, Vinales keluar sebagai yang tercepat. Bahkan catatan impresif itu berlanjut di tiga uji coba pramusim yaitu Sirkuit Sepang, Phillip Island dan Losail.

Berikut adalah syarat Vinales menjadi salah satu kandidat juara dunia MotoGP:

1.       Miliki Tunggangan Cepat YZR-M1

Sejak mengaspal menggunakan GSX-RR selama dua musim, Vinales baru merasakan naik podium pertama di Sirkuit Silverstone (Inggris). Pasalnya, ia membela tim balap yang baru melakukan pengembangan di kejuaraan.

Memiliki potensi luar biasa, lantas Yamaha merekrut Vinales untuk menggantikan peran dari Jorge Lorenzo yang beralih ke Ducati Corse. Tak salah, pilihan tersebut membuahkan hasil positif di uji coba pramusim.

Bahkan Top Gun- julukan Vinales melewati masa adaptasi dengan cepat. Kendati pembalap asal Spanyol itu ingin terus belajar mengembangkan kemampuannya.

2.       Miliki Pengalaman dalam Pengembangan Motor

Dua musim bersama Suzuki Ecstar merupakan pengalaman berharga bagi Vinales. Bagaimana tidak, ia merasakan pengembangan yang dilakukan tim asal Hamamatsu itu dari bawah. Hasilnya, di akhir kerja samanya bersama Suzuki, ia menorehkan 202 poin dengan berada di posisi empat klasemen akhir 2016.  

Karena itu, petualangan baru kini dirasakan Vinales pada 2017. Mengendarai YZR-M1, yang notabene lebih cepat dibandingkan Suzuki merupakan nilai plus. Bukan tidak mungkin untuk pria berbintang Capricorn ini tampil menggebrak bersama Yamaha.

3.       Tampil Luar Biasa di Uji Coba Pramusim

Sejak peluncuran YZR-M1 terbaru Vinales sukses keluar sebagai yang tercepat di Sirkuit Sepang. Pada kesempatan itu ia membukukan waktu 1 menit 59.368 detik. Kemudian beralih ke Sirkuit Phillip Island (Australia), ia menuntaskan hari terakhir  dengan 1 menit 28.549 detik.

Banyak kalangan menilai juara bertahan Marc Marquez masih memegang kendali dalam hal kecepatan. Sayangnya pembalap Repsol Honda itu mengalami masa-masa sulit di Losail, Qatar di mana sempat jatuh tiga kali di hari ketiga.

Berbeda dengan Vinales yang mampu menyelesaikan simulasi balapan dengan catatan waktu fantastis. Pada lap ke-20 simulasi, pembalap Spanyol itu hanya melambat 0,076 detik dari lap terbaik yang pernah dicatatnya.

Tak salah apabila Vinales memenuhi syarat untuk bisa keluar sebagai juara dunia MotoGP. Kendati, ia akan bergelut dengan 22 pembalap lainnya di 18 race.

(fmh)