Skandal yang Terjadi di Turnamen Wimbledon

Gussie Moran. (Foto: Getty Images)

Gussie Moran. (Foto: Getty Images)

KEJUARAAN Wimbledon merupakan ajang tenis bergengsi yang menjadi salah satu dari empat turnamen tenis Grand Slam. Kejuaraan ini menarik perhatian pemain tenis terkemuka dari seluruh dunia dan diliput media dengan skala global.

Namun, turnamen yang diselenggarakan oleh All England Lawn Tennis and Croquet Club sejak 1877 menyimpan beberapa skandal. Di antaranya adalah keikutsertaan Raja Inggris, insiden rok, dan aksi demonstran.

Berikut adalah tiga skandal yang terjadi di turnamen Wimbledon:

Wimbledon 1926

Anggota keluarga kerajaan memang telah lama mengambil tempat untuk menyaksikan turmanen Wimbledon. Namun, George VI selaku Raja Inggris kala itu memutuskan melanggar tradisi. Ia bermain membuat aturannya sendiri di turnamen ganda putra bersama partnernya yaitu Louis Greig. Peraturan itu dibuat saat sang raja menghadapi pemain berusia lebih dari 50 tahun yaitu Arthur Gore (58 tahun) dan H Roper Barrett (52 tahun).

Namun, pada pertandingan itu, Raja George VI dan Greig mengalami pengalaman pahit. Mereka kalah dalam tiga set langsung. Pengalaman ini merupakan yang pertama kali dialami anggota kerajaan yang saat mengikuti Wimbledon.

 

Wimbledon 1949

Selama beberapa dekade, pemain tenis perempuan selalu mengenakan rok kecil dan celana pendek selama pertandingan. Namun, Gorgeous Gussie’ Moran melakukan skandal di kejuaraan Wimbledon 1949. Saat itu, ia mengacak-acak celana dalamnya.

Tentu apa yang dilakukan Moran dianggap sebuah dosa besar. Tak ayal, perempuan asal Amerika Serikat itu membuat kontroversi, bahkan ia mengaku lebih memilih mengenakan celana pendek ketimbang rok.

 

Wimbledon 1957

Saat laga final ganda putra antara Neale Fraser/Lew Hoad melawan Gardnar Molloy/Budge Patty, seorang pengunjuk rasa melompati dinding lapangan. Kejadian itu membuat penonton gempar, bagaimana tidak, sang demonstran itu membawa tulisan 'Save Our Queen’.

Demonstran yang bernama Helen Jarvis itu sedang berkampanye 'Life, Love, and Sex Appeal Party'. Selain itu, ia berharap ada sistem perbankan yang baru di Inggris. Tak pelak, polisi dan wasit pertandingan ini, Kol Legg, cepat mengusir Jarvis dari lapangan.

Akibat insiden yang terjadi pada 1957 tersebut, Ratu Inggris tak lagi hadir dalam kejuaraan Wimbledon. Namun, ia kembali menghadiri pertandingan pada 1962, 1977, dan 2010.

(fmh)