Medali Emas PON Jabar Diganjar Rp200 Juta, Ini Alasan Aher

Ilustrasi (Foto: Antara)

Ilustrasi (Foto: Antara)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan (Aher) mengumumkan bonus atlet Jabar untuk sekeping medali emas PON XIX/2016 senilai Rp200 juta.

"Kami ingin memberikan yang terbaik bagi prestasi atlet Jabar, namun regulasi bonus tidak boleh melebihi medali emas SEA Games, jadi bonus untuk emas senilai Rp200 juta. Atlet terima utuh, dan Pemprov Jabar menanggung pajaknya," kata Gubernur Jabar pada Syukuran Jabar Kahiji di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kota Bandung, Minggu (13/11/2016).

Ia menyebutkan, sebelumnya Pemprov Jabar telah menyediakan nilai bonus lebih tinggi. Namun, pihaknya tidak bisa memaksakan karena bila dipaksakan akan menjadi temuan.

"Yang jelas bonus yang diberikan Jabar akan lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya, itu komitmen kami. Tapi juga kita harus ikut regulasi yang ada," katanya.

Pengumunan nilai bonus medali emas senilai Rp200 juta itu sempat disambut teriakan 'huuuuu' dari atlet yang kecewa karena sebelumnya mereka mendapat kabar nilai bonus medali emas senilai Rp300 juta.

Beberapa saat suasana sempat hening, kendati berikutnya para atlet akhirnya menyambut dengan tepuk tangan.

"Sebenarnya anggaran untuk bonus yang lebih tinggi sudah disiapkan, semuanya akan dimasukkan ke anggaran 2017. Namun kita juga tidak bisa jalan sendiri karena ada edaran yang harus dipatuhi, tak hanya Jabar, tapi juga oleh kontingen daerah lain," kata Gubernur.

Pada kesempatan itu Gubernur Jabar mengapresiasi perjuangan para atlet Jabar yang telah maksimal merealisasikan target "Jabar Kahiji" atau juara umum.

Menurut dia, para atlet telah menunjukan loyalitas yang sangat membanggakan, dan ia berharap para atlet juga siap untuk memertahankan juara umum pada PON berikutnya di Papua.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Barat H Ahmad Saefudin menyatakan, para atlet telah membuktikan tampil di atas ekspekstasi dan mencatat prestasi sangat spektakuler dengan raihan 217 medali emas.

"Diakui atau tidak Jabar udah juara umum, dan prestasi itu dibuktikan dengan dipanggilnya pada atlet Jabar ke Pelatnas dan turun di berbagai even mewakili Indonesia. Artinya, prestasi atlet Jabar bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Sementara itu, Kontingen PON XIX/2016 Jawa Barat menerima piagam dari tim Museum Rekor Indonesia (MURI) setelah meraih 217 medali emas atau terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan PON.

"Kontingen Jawa Barat meraih 217 medali emas pada PON lalu, juga 157 medali perak dan 157 medali perunggu dengan total 531 medali. Itu raihan spektakuler, terbanyak dalam sejarah PON dan Jabar juga entah kapan lagi bisa meraih hal seperti itu," kata Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan pada Piagam MURI diserahkan oleh perwakilan dari museum rekor itu kepada gubernur Jabar yang didampingi oleh Ketua DPRD Ineu Purwadewi, Ketua KONI Jabar Ahmad Saefudin, Komandan Kontingen PON Jabar Mayjen TNI Hadi Prasojo dan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar.

Hadir pula pada kesempatan itu seluruh atlet PON XIX/2016 Jabar dari 44 cabang olahraga, ofisial serta sejumlah tokoh Jawa Barat. Kegiatan syukuran itu ditandai dengan doa bersama dan prosesi syukuran khas budaya Jawa Barat.

"Prestasi hari ini sudah dibuktikan dengan menjadi juara umum atau Jabar Kahiji, dan diharapkan nanti akan dipertahankan pada PON XX/2020 di Papua," tutup Heryawan.

(tty)