Pebulutangkis Indonesia yang Sukses di Malaysia dan Inggris

Rexy Mainaky sukses sebagai pemain dan pelatih. Ia ikut membangun bulutangkis di Malaysia dan Inggris. Kini ia sedang membangkitkan bulutangkis Indonesia. (Foto: Okezone/Heru Haryono)

Rexy Mainaky sukses sebagai pemain dan pelatih. Ia ikut membangun bulutangkis di Malaysia dan Inggris. Kini ia sedang membangkitkan bulutangkis Indonesia. (Foto: Okezone/Heru Haryono)

JAKARTA – Dunia bulutangkis Indonesia coba mengembalikan kejayaannya seperti di dekade 1960-an, 1970-an 1980-an sampai 1990-an. Kala itu Bulutangkis Indonesia menjadi yang paling ditakuti dan disegani karena prestasi anak bangsa yang tidak bisa diragukan lagi.

Ambil contoh, pemain tunggal putra Indonesia, Rudi Hartono yang sempat menggetarkan dunia dengan kesuksesannya mengklaim delapan gelar All England. Torehan ini mematahkan rekor yang dimiliki pemain Denmark, Erland Kops.

Di sektor tunggal Putri, tim merah putih memiliki Susi Susanti. Sederet penghargaan sudah diraih oleh perempuan kelahiran Tasikmalaya 1971 silam itu. Yang paling membanggakan tentu saja medali emas Olimpiade 1992, yang membuatnya menangis saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan.

Sementara di sektor Ganda Putra, pasangan Rexy Mainaky/Ricky Subagja patut mendapat predikat sebagai yang terbaik sepanjang sejarah bulutangkis Indonesia. Dua putra terbaik Indonesia ini sukses mendominasi sektor ganda putra selama beberapa tahun, dengan meraih sejumlah medali juara, yaitu Piala Thomas 1994, 1996,1998, dan 2000, Juara Dunia 1995 dan yang paling membanggakan saat menjadi juara olimpiade Atlanta 1996.

Usai karier sebagai pemain usai, ganda putra kebanggaan Indonesia itu tidak lagi berduet dalam kepengurusan ataupun kepelatihan dalam bulutangkis Indonesia. Mereka memilih jalur masing-masing dengan Ricky tetap menetap di Indonesia, sedangkan Rexy menjadi pelatih di Inggris.

Melihat kemunduran prestasi bulutangkis, perubahan mulai dilakukan oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) periode 2012-2016. Pengurus dalam masa kepemimpinan Gita Wirjawan mulai memanggil mantan bintang-bintang bulutangkis Indonesia untuk mengisi kepengurusan dan menyumbangkan ide kreatif mereka dalam mengembangkan dunia bulutangkis Indonesia.

Legenda ganda putra Indonesia Ricky Subagja dan Rexy Mainaky serta legenda tunggal putri Indonesia, Susi Susanti juga turut meramaikan kepengurusan PP PBSI. Rexy Mainaky memegang peranan penting dalam kepengurusan di PP PBSI sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi. Penunjukkan ini juga tak jauh dari pengalamannya yang sudah mengembara menjadi pelatih sukses di negara lain.

Selama menjadi pelatih di Inggris, pria berusia 46 tahun ini sudah mengantarkan pemainnya meraih medali perak di Olimpiade 2004 dan emas di kejuaraan All England 2005. Sedangkan di Malaysia, Rexy sudah mengantarkan anak asuhnya meraih emas di Asian Games 2006, juara ganda pria All England Super Series 2007, juara ganda pria Malaysia Super Series 2007, juara ganda pria Swiss Super Series 2007.

Putra Ternate itu memang sudah diasah sejak kecil kemampuannya dalam bermain bulutangkis. Bakatnya di bulutangkis senior juga didukung oleh pelatih handal Christian Hadinata. Terbukti dari tujuh bersaudara, empat saudara Rexy juga berkecimpung dalam dunia bulutangkis seperti Karel Mainaky, Marleve Mainaky, Rionny Mainaky dan Richard Mainaky. Mereka semua juga berkecimpung dalam kepengurusan PP PBSI periode 2012-2016.

Keluarga Mainaky juga mengungkapkan salah satu rahasia kesuksessan keluarga mereka di dunia bulutangkis. Mainaky bersaudara selalu mengadakan syukuran setiap salah seorang dari mereka meraih kesuksesan.

Biodata Rexy Mainaki

Nama Lengkap: Rexy Ronald Mainaky

Nama Panggilan: Eky

Tempat/Tanggal Lahir: Ternate/ 9 Maret 1968

Saudara: Karel Mainaky, Valentina Mainaky, Marleve Mainaky, Rionny Mainaky, Richard Mainaky dan Marinus Mainaky

Prestasi:

Juara Piala Thomas 1994, 1996,1998, dan 2000

Juara Dunia 1995

Emas Olimpiade Atlanta 1996

Karier:

2001-2005: Pelatih Inggris (perak Olimpiade 2004, juara All England 2005)

2005-2012: Pelatih Malaysia (emas Asian Games 2006, juara ganda pria All England Super Series 2007, juara ganda pria Malaysia Super Series 2007, juara ganda pria Swiss Super Series 2007)

2012-2016: Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI

(FAP)