Federasi Prancis Tutup Mata soal Bulutangkis

Arnaud Genin. (Foto: ist)

Arnaud Genin. (Foto: ist)

Sama halnya dengan Brasil, Prancis juga merupakan negara yang memiliki sejarah panjang di dunia sepakbola. Tim Nasional Prancis memiliki catatan mengagumkan di dunia ini. Les Bleus berhasil mengklaim trofi Piala Dunia 1998 usai mempermalukan Brasil 3-0 di partai final.

Sementara di pentas Eropa, Si Ayam Jantan sukses menjuarai Piala Eropa tahun 1984 dan 2000 silam. Tak terbantahkan, Prancis merupakan salah satu negara sepakbola terbaik di dunia.

Prancis seolah tak pernah bosan mencetak pemain berbakat. Sederet nama besar hadir dan melegenda, sebut saja Michel Platini yang kini menjabat Wakil Presiden Federasi Sepakbola Prancis (FFF) dan Presiden UEFA.

Selain Platini, Prancis memiliki Zinedine Zidane yang dipercaya menjadi asisten pelatih Carlo Ancelotti di Real Madrid atau Patrick Vieira yang menjadi eksekutif pembinaan sepakbola di klub borjuis Inggris, Manchester City.

Menariknya, di tengah-tengah aroma sepakbola yang begitu kental nan kuat. Seseorang berani memutuskan untuk menjadi pebulutangkis di negeri yang masyhur akan sepakbola, dengan risiko yang mungkin takkan setenar para bintang lapangan hijau.

Kepada Okezone, salah satu pebulutangkis Prancis, Arnaud Génin menceritakan bagaimana ia mengenal olahraga bulutangkis, hingga perjuangannya mencari sponsor demi mengikuti sebuah turnamen. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana Anda mengenal badminton? Siapa yang memperkenalkan olahraga ini kepada Anda?

Saya mengetahui badminton dari ayah. Dia membuat saya menemukan dan mencintai olahraga ini ketika saya berusia 7 tahun. Tetapi dia tidak terlalu berharap saya menjadi pemain yang baik.

Tanggapan orangtua, keluarga, dan teman ketika memutuskan jadi pebulutangkis?

Keluarga saya setuju bahkan mendukung pilihan saya. Ini menjadi faktor penting bagi saya untuk mewujudkan mimpi, mencapai peringkat terbaik dunia. Teman-teman juga senang, saya dapat membuat mereka tahu ke mana saya pergi, dengan menunjukkan foto-foto. Dukungan teman sama pentingnya.

Arnaud Génin saat menjuarai Argentina Open 2013 lalu. (Foto: ist)

Selain itu, alasan mereka menyutujui saya menggeluti olahraga ini karena saya juga bekerja di pusat pendengaran dan pekerjaan yang berhubungan dengan medis. Jadi saya tidak hanya menggantungkan bulutangkis dalam hidup saya.

Siapa idola Anda di Prancis?

Saya tidak memiliki figur atau idola (pebulutangkis) dari negara saya. Saya hanya mencoba untuk terus meningkatkan permainan dan semangat demi menjadi lebih baik. Dan untuk mencapai tujuan saya, saya banyak menyaksikan permainan para pebulutangkis hebat.

Arnaud Génin. (Foto: Fabien Lansac)

Bagaimana negara Anda menyediakan fasilitas dan dana untuk ikut turnamen?

Federasi Bulutangkis Prancis sama sekali tidak membantu saya. Saya harus berjuang sendiri dalam perjalanan karier ini. Dana yang saya dapatkan (untuk mengikuti turnamen) merupakan uang dari pekerjaan saya dan klub saya di Paris yang juga turut membantu. Selain itu, saya mendapat sponsor dari Tactique –pelatih lama yang mensponsori saya.

Dari sudut pandang Anda, mengapa China masih mendominasi?

China terus mendominasi karena budaya mereka. Bulutangkis sangat penting bagi mereka. Namun, kami dapat melihat bahwa selama kejuaraan bulutangkis dunia terakhir, mereka “hanya” mendapatkan dua medali emas. Fakta ini seolah membuat jalan bagi negara Asia lain tertutup.

Terakhir, Apa yang akan Anda lakukan usai pensiun?

Saya seorang yang fanatik akan olahraga. Jadi usai pensiun dari dunia bulutangkis, saya akan melakukan sebuah perjalanan “iron man”, hal semacam ini. Yang pasti saya tidak akan jauh-jauh dari dunia olahraga.

(rin)