LONDON – Serena Williams mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyalahkan korban pemerkosaan di Steubenville. Kini, Serena mengaku menyesal dan meminta maaf atas komentarnya tersebut.
Komentar itu merupakan wawancara hasil dengan majalah Rolling Stone dan menimbulkan perhatian dari media di Amerika Serikat, Rabu kemarin. Serena mengaku sedih dengan pemekorsaan yang terjadi terhadap wanita 16 tahun itu. “Apa yang terjadi di Steubenville (Ohio) membuat saya terkejut. Saya sangat sedih dengan kejadian itu,” kata Serena.
“Untuk seseorang yang menjadi korban pemerkosaan dan baru 16 tahun, merupakan sebuah tragedi yang buruk! Buat kedua keluarga yang terlibat, korban pemerkosaan dan terdakwa. Saya sekarang berusaha untuk menghubungi keluarga korban untuk memberi tahu saya minta maaf atas apa yang ditulis dalam artikel majalah Rolling Stone,” lanjutnya.
Saat itu, petenis ranking satu dunia wanita itu malah terdengar menyalahkan si korban, seorang gadis berusia 16 tahun yang menerima pelecehan seksual. Sang korban pemerkosaan menuding dua orang pemain football America tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), dalam keadaan mabuk berat.
"Apa yang ditulis - apa yang seharusnya saya katakan - tidak sensitif dan menyakitkan saya bukan bermaksud mengatakan atau menyindir bahwa dia (korban pemerkosaan itu) yang harus disalahkan,” jelas petenis asal Amerika itu, diberitakan Reuters.
“Saya telah berjuang sepanjang karir saya untuk kesetaraan perempuan, persamaan hak perempuan, menghormati di bidangnya, saya berusaha semampu mungkin untuk mendukung wanita. Doa dan dukungan saya selalu untuk korban pemerkosaan. Dalam kasus ini, untuk seorang gadis 16 rahun yang tidak bersalah,” tambahnya.
(Hendra Mujiraharja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.