Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Debut Marquez Mengejutkan"

Randy Wirayudha , Jurnalis-Rabu, 19 Juni 2013 |16:16 WIB
Marc Marquez Alenta (Foto: Reuters)
A
A
A

BARCELONA – Siapa yang tak terpana melihat aksi-aksi Marc Márquez pada enam seri debutnya di kelas MotoGP. Sekiranya, setiap orang di seantero sirkuit mesti terpana. Seperti halnya Aki Ajo, mantan bos Márquez di tim Derbi kala rookie Repsol Honda itu menata karier di kelas 125cc.
 
Ajo sedianya sudah sedikit memberi prediksi ketika Márquez naik kelas dari Moto2. Namun yang tak disangka, Márquez bisa begitu cepat membuat kejutan hebat dengan raihan lima podium, termasuk sekali podium puncak, dari enam seri yang telah dijalaninya.
 
“Ya, saya harus mengakuinya bahwa debut Márquez amat mengejutkan. Saya pernah berharap bahwa dia akan meraih hasil-hasil bagus, tapi mungkin tak seperti yang dia lakukan sekarang ini,” ujar Ajo, seperti dinukil MotoGP.com, Rabu (19/6/2013).
 
“Kadang orang-orang bilang bahwa dia terlalu antusias, tapi saya rasa Marc sadar akan peran yang dijalaninya tahun ini. Semua orang mengatakan bahwa dia harus lebih tenang dan tak membuat kesalahan. Tapi terkadang saya pikir: dia seorang rookie dan wajar berbuat kesalahan karena, jika Anda mengukur batas Anda, kesalahan biasa terjadi. Saya bisa terima itu,” lanjutnya.
 
Márquez mengawali karier profesionalnya di MotoGP diawali di kelas 125 cc 2008 silam bersama tim KTM. Namun semenjak dipoles Ajo di tim Derbi dua tahun kemudian, Márquez mendulang gelar dunia pertamanya.
 
Pembalap berusia 20 tahun itu juga hanya butuh dua musim untuk mengalungi status kampiun Moto2 dan lantas promosi ke kelas MotoGP. Walau sudah lama tak bersua, Ajo mengaku masih mempertahankan hubungan baiknya dengan Márquez yang terbilang istimewa.
 
“Marc seseorang yang spesial, pembalap yang istimewa. Dia akan selalu ada di hati saya. Saya takkan pernah lupa tahun-tahun saya bekerja sama dengannya. Kami akan selalu jadi teman baik dan ketika saya melihatnya, saya punya perasaan tenang. Marc sangat spesial buat saya,” sambung mantan pembalap asal Finlandia itu.
 
“Dia sangat berbakat. Ketika saya bertemu dia di usia 16 tahun, dia bahkan sudah bisa berbicara layaknya pria berusia 35 atau 40 tahun. Dia memiliki sesuatu yang istimewa. Dia juga punya banyak hal untuk berhasil, termasuk keberuntungan dan gairah untuk bekerja keras dan menang. Dia selalu mencari aspek-aspek yang bisa membuatnya berkembang. Dia tak pernah menyerah,” tandas Ajo.

(Randy Wirayudha)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement