Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Justian Suhandinata Gagal Jadi Presiden BWF

Hendra Mujiraharja , Jurnalis-Sabtu, 18 Mei 2013 |16:51 WIB
Justian Suhandinata Gagal Jadi Presiden BWF
Presiden anyar BWF Poul-Erik Hoyer. (Foto: Reuters)
A
A
A

KUALA LUMPUR – Justian Suhandinata gagal menjadi presiden Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Suhandinata harus mengakui keunggulan Poul-Erik Hoyer.
 
Dalam pemilihan yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (18/5/2013), Suhandinata hanya mengumpulkan 120 suara. Dia tertinggal 25 suara dari mantan juara Olimpiade, Hoyer, yang mengumpulkan 145 suara, sekaligus menjadi orang Eropa pertama yang menjadi Presiden BWF.
 
Hoyer pernah mendapat medali emas di Olimpiade Atlanta 1996. Pria berusia 47 tahun itu akan menggantikan posisi Kang Young Joong yang memutuskan mundur setelah delapan tahun menjabat sebagai orang nomor satu di BWF.
 
Setelah pemilihan, Hoyer berjanji akan menghapus semua jenis pengaturan pertandingan. Selain itu, pria asal Denmark itu juga memprioritaskan bulutangkis sebagai olahraga 10 besar di Olimpiade nanti.
 
Diketahui, dunia bulutangkis sempat dikejutkan ulah permainan memalukan delapan atlet dari Asia pada Olympiade London. Mereka menolak bermain dan mencoba untuk mengalah demi mendapat lawan yang menguntungkan.
 
Praktis, keberhasilan Hoyer itu disambut oleh Presiden Federasi Bulutangkis Denmark Peter Jensen. “Poul-Erik sudah melakukan tugas yang luar biasa dengan terpilih sebagai presiden BWF dan sangat menyenangkan melihat kerja kerasnya terbayar,” kata Jansen.
 
“Saya sama sekali tidak ragu Poul-Erik akan menjadi seorang presiden BWF yang luar biasa,” tambahnya, dilansir dari Insidethegames, Sabtu (18/5/2013).

(Hendra Mujiraharja)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement