BRANDENTON – Maria Sharapova punya kemungkinan besar untuk menggeser Serena Williams dari pucuk peringkat WTA, di Madrid Masters. Kendati begitu, petenis jelita asal Rusia itu tak ingin terlalu berfokus pada peringkat.
Sharapova saat ini masih duduk di peringkat dua dan jika Sharapova sanggup mencapai final pada turnamen yang tahun lalu menggunakan ‘blue clay’ itu, petenis berusia 26 tahun itu tak ayal akan kembali menjadi ratu tenis dunia.
“Saya tak ingin terlalu banyak memikirkan peringkat satu itu. Itu akan bergantung juga pada pemain lain. Saya hanya bisa mengendalikan tangan saya untuk bermain dan mencoba tak terlalu mencemaskannya,” tutur Sharapova, seperti disitat SBSWorldNews, Sabtu (4/5/2013).
Madrid Masters akan kembali terhampar, Sabtu (Minggu WIB) dan akan kembali menggunakan tanah liat biasanya, tak lagi tanah liat biru (blue clay). Dua petenis unggulan pria, Novak Djokovic dan Rafael Nadal, sempat akan memboikot Madrid Masters jika blue clay digunakan lagi.
“Saya rasa kita semua tahu bahwa penyelenggara punya harapan besar pada percobaan (blue clay) itu tapi ternyata tak begitu mendapat sambutan positif dari para pemain. Sekarang turnamennya kembali normal dan semua senang akan keputusan penyelenggara,” lanjutnya.
Sambutan positif akan digunakannya lagi tanah liat yang seperti biasa, juga datang dari petenis unggulan lainnya, Victoria Azarenka. Finalis tahun lalu itu bahkan akan datang lebih awal untuk beradaptasi lebih baik dengan permukaan tanah liatnya.
“Saya lebih memilih permukaan lapangan sekarang ketimbang tahun lalu. Saya rasa, adaptasi kami akan lebih baik. Kita lihat saja nanti selama pertandingan. Saya akan datang lebih awal untuk memastikan permukaan tanahnya,” tutup Azarenka.
(Randy Wirayudha)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.