Kunjungi Pelatnas Taekwondo, Menpora Motivasi Atlet

Selasa, 22 Januari 2013 21:08 wib | Windi Wicaksono - Okezone

Kunjungi Pelatnas Taekwondo, Menpora Motivasi Atlet Menpora Kunjungi Pelatnas Taekwondo. (Foto: windi) JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, mengunjungi Pemusatan Pelatihan Nasional (Pelatnas) Taekwondo di gedung POPKI Jakarta Timur (22/01/13). Sebagai bagian dari serangkaian roadshow ke beberapa induk cabang olahraga, kunjungan ini mempertegas dukungan Menpora terhadap pembinaan yang sedang dijalankan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).

Dalam sambutannya, Menpora mengingatkan kembali agar para atlet dan seluruh jajaran pengurus taekwondo untuk bekerja lebih keras demi mengharumkan nama bangsa.

“Sebagai pendatang baru di dunia olahraga, saya hanya ingin memotivasi agar para atlet dan seluruh ofisial tim, berlatih dengan maksimal untuk mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. Saya lihat program Pelatnas ini sudah sangat baik, tinggal dijaga konsistensinya dan ditingkatkan terus kualitasnya,” ujar Roy kepada wartawan, Selasa (22/1/2013).

Tidak hanya itu, Menpora juga menegaskan kembali komitmennya untuk memberikan dukungan sebesar-besarnya bagi pengembangan taekwondo nasional.  “Kita akan dukung seoptimal mungkin. Ke depan saya tidak ingin lagi dengar cerita baik atlet atau siapa pun harus merogoh kocek pribadi untuk keperluan timnas. Akan kita persiapkan anggaran secara lebih serius dan tepat sasaran,” terangnya.

Mengenai pembinaan atlet junior, pihaknya mengaku optimis bahwa program pembinaan PBTI dapat melahirkan atlet-atlet muda berbakat.

“Saya lihat di sini banyak sekali atlet muda potensial. Mereka akan meneruskan tongkat estafet prestasi taekwondo nasional. Juga harus diperhatikan mengenai pendidikan formal para atlet junior ini, agar mereka bisa focus berlatih, tanpa harus meninggalkan jenjang akademisnya,” tegasnya.

Menanggapi arahan dan harapan Menpora ini, Ketua Harian PBTI Brigjen Pol (Purn) Noor Fadjari, mengapresiasi perhatian yang begitu tinggi bagi perkembangan taekwondo nasional ini.
“Kehadiran bapak Roy Suryo ini sekaligus untuk menyamakan persepsi mengenai pengelolaan taekwondo ke depannya. Kami sangat berterima kasih bahwa Menpora berkomitmen mendukung program-program PBTI sepenuhnya. Langkah PBTI akan semakin mudah karena telah terbangun sinergi dengan Kemenpora,” ujarnya.

Sementara itu sebanyak 150 atlet, berlatih kontinyu di bawah pengarahan pelatih asal Korea Selatan, Lee Duk Hwi (kyorugi/tarung) dan Shin Seung Jung (poomsae/jurus). Peran keduanya dibantu pelatih nasional lainnya, Bambang Widjanarko dan mantan atlet nasional Rahmi Kurnia serta pelatih poomsae nasional Mukhlis. Nantinya, skuad Garuda Emas tersebut akan diterjunkan dalam berbagai ajang.

Misalnya, dalam 7th Asian Junior Taekwondo Championship dan 2nd Junior Poomsae Championship 2013. Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam kejuaraan tersebut. Event lainnya tentu SEA Games 2013 di Myanmar dan Asian Games 2013 di Filipina.

"Sesuai Surat Keterangan (SK) dari
Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), jumlah atlet yang dibina sebanyak 50. Namun, kami memberikan kesempatan pada atlet-atlet junior yang berpotensi untuk mengembangkan teknik dan taktik melalui TC Garuda Emas ini," ujar manajer Guruda Emas, Dasantio Prihadi.
 
"Sebab, kami memiliki target tinggi untuk atlet-atlet junior berusia 20-25 tahun, yang diperoleh dari ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 plus dari pelatnas junior. Sebab, tidak hanya target meraih medali emas diajang SEA Games 2013, melainkan Olimpiade di Brasil tahun 2016," sambung Dasantio yang juga menjabat Kabid Binpres Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) tersebut.
Dikatakannya lagi, TC Garuda Emas terus bersinergis dengan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI).

Dengan begitu, TC Garuda Emas hampir tidak menemukan kendal berarti. Begitupun ketika menyusun rencana uji coba bagi para atlet. PB TI yang dipimpin Ketua Umum Letjen Marciano Norman, dinilainya berhasil menjalankan program intensif pembinaan prestasi.

"Dukungan PB TI yang besar selama ini terhadap program TC Garuda Emas, merupakan salah satu modal semangat dan motivasi yang luar bisa bagi para atlet dan pelatih untuk bekerja keras mewujudkan prestasi," tukas Dasantyo.
 
"Uji coba sudah diagendakan secara berkala. Misalnya, melalui ajang Islamic Solidarity Games (ISL) 2013, kejuaraan dunia di Meksiko dan Bali. lalu di Thailand dan Hong Kong Open. Selain itu, untuk menambah kemampuan mental bertanding atlet, kami akan mendatangkan lawan tanding dari Korea Selatan. Rencananya, akan digelar selama 20 hari," ujar mantan atlet taekwondo nasional yang pernah meraih medali emas diajang SEA Games 1991 dan 1995 tersebut.

Lebih jauh dikatakannya, skuad Garuda Emas cukup teruji jitu ketika tampil di 12 th World University Taekwondo Championship, Poecheon, Korea 25-30 Mei 2012. Hasilnya, Indonesia berhasil mempersembahkan 1 medali perak dan 1 perunggu. Medali perak dipersembahkan oleh Ahmad Nabil dikelas Fin Male. Sementara perunggu, diperoleh melalui nomor Pomsae beregu putra atas nama Maulana Haidir, Muhammad Fazza dan Sofiyudin. Dalam kejuaraan tersebut, Indonesia mengirimkan 9 atlet nasional, terdiri dari 5 atlit kyourugi dan 4 atlit poomsae.

Atlet Indonesia juga berhasil  meraih 2 medali perunggu di Asian Taekwondo Championship, di Ho Chi Minh City, Vietnam, 4-11 Mei 2012 dan memborong 5 emas serta 3 penghargaan terbaik (atlet dan pelatih terbaik) dalam Southern Thai Championships, Trang, Thailand, 21-22 April 2012.

"Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari andil para pelatih yang menggembleng para atlet Garuda Emas dengan keras dan penuh disiplin. Kolaborasi Lee Duk Hwi dan Shin Seung Jun serta pelatih nasional, berhasil memberikan warna dalam pola latihan dan strategi. Terbukti, kiprah taekwondoin kita bisa bersaing dan membawa nama harum Indonesia di kancah dunia internasional," pungkas Dasantyo. (min)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »