PEKANBARU - Wajah nampak manis, sepintas seperti tidak ada kekurangan pada dirinya. Namun sapa sangka, ternyata gadis ini mempunyai keterbelakangan mental.
Namun dibalik kekurang yang dia miliki, remaja yang masih duduk di bangku Kelas VI SLB mampu berprestasi. Salah satunya dia menjadi salah satu perenang terbaik di Peparnas XIV 2012 Riau. Selain mendapat medali emas, dia juga bisa memecahkan rekor Asean Paralympic Games.
Dialah Melani Putri perenang tunagrahita. Kesuksesannya tidak terlepas dari Asri orang tuanya sekaligus menjadi pelatih Melani. Asri menceritakan, untuk melati putrinya untuk menjadi perenang hebat seperti sekarang ini bukan pekerjaan yang mudah. Karena kelainan tunagrahita membutuhkan kesabaran yang besar.
"Contohnya saat kita beri intruksi bagaimana cara berenang, dia tidak bisa langsung menerimanya, beda dengan yang normal. Misalnya setelah dia berenang sampai di ujung dia lupa untuk berenang kembali semula. Kadang dia juga lupa mana gaya dada, mana kupu-kupu dan lainnya. Sangat dibutuhkan kesabaran tinggi. Tapi saya bangga dengan anak saya," kata pria yang akbar dipanggil Ahok ini Kamis (11/10/2012) kepada okezone.
Dia mengatakan bahwa putri bungsunya itu sudah diajari berenang sejak usia 5 tahun, "Dia usia itu dia sudah bisa berenang. Tapi tidak pandai. Tapi saya terus melatihnya. Selain itu, dia memang hobi juga beranang. Dan sekarang ini dia sudah menguasai semua gaya di renang," kata Ahok yang kini melatih 10 perenang tunagrahita.
Sementara itu, Melani Putri mengaku sangat senang dengan apa yang telah diraihnya.Dia mengaku bercita-cita bisa masuk di Paralympic Games
"Kita senang sekali bisa menang. Penginnya terus berpretasi ke tahap yang lebih baik lagi," kata gadis berambut sepunggung yang lahir pada 3 Mei 1998 lalu itu.
(Randy Wirayudha)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.