LONDON – Beberapa waktu lalu, petenis No. 1 dunia, Roger Federer bisa saja mengatakan bahwa ia tetap bangga meski hanya meraih medali perak pada Olimpiade 2012. Namun, akhirnya ia pun mengakui bahwa di balik kebanggaan, terselip juga rasa kecewa.
Federer gagal meraih medali emas Olimpiade (pada nomor tunggal) pertamanya usai dikalahkan petenis tuan rumah, Andy Murray di partai final. Ia mengaku sempat dalam keadaan depresi, meski tidak dalam waktu lama.
“Saya harus mengatakan kalau saya dalam keadaan sangat kecewa sekitar tiga hingga lima menit. Saya berada di ruangan kecil menunggu acara penyerahan medali, dan saya melihat Murray dan Del Potro begitu senang setelah mendapat emas dan perunggu,” ujar Federer, seperti dilansir Sport 360, Senin (13/8/2012).
“Tentu saja, saya gagal di pertandingan (final), sementara Del Potro meraih perunggu dengan mengalahkan Djokovic. Jadi, saya berada di tengah-tengah dan saya menjadi satu-satunya yang mengalami kekalahan (di antara para peraih medali),” sambung petenis asal Swiss tersebut.
Kekecewaan yang dirasakan Federer bukannya tanpa alasan. Pasalnya, sebelum bertanding di Olimpiade, ia sedang berada pada momen terbaik karena berhasil menang di turnamen Grand Slam Wimbledon dan kembali menjadi petenis terbaik di dunia.
“Itu merupakan mimpi musim panas bagi saya. Saya memenangkan Wimbledon, kembali menjadi No.1 dunia, dan mencoba segalanya untuk bisa memenangkan emas Olimpiade, dan saya kemudian saya melawan petenis yang lebih baik pada hari itu,” ujar Federer.
“Jadi, bagi saya, perak merupakan (hasil) masksimal yang bisa saya dapat di Olimpiade kali ini. Saya luar biasa senang, seperti anak kecil yang berada di atas podium,” tutup petenis berusia 31 tahun itu.
(Fitra Iskandar)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.