Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Tim Lain Cuma Iri dengan Red Bull"

Fitra Iskandar , Jurnalis-Kamis, 02 Agustus 2012 |13:28 WIB
Helmut Marko.(foto:YallaF1)
A
A
A

MILTON KEYNES - Red Bull menjadi pusat kontroversi dalam urusan rancangan teknik F1 seperti desain lobang lantai, nap roda, pemetaan mesin serta ride height adjustment.
 
Konsultan Red Bull Helmut Marko memahami mengapa timnya sering mengalami situasi kontroversial dalam urusan di garasi. Menurut dia, Red Bull punya kemampuan teknik yang membuat tim lain iri.
Tim lain menurut dia hanya bisa meniru apa yang dilakukan Red Bull, jika mereka tidak bisa melakukannya, maka mereka memilikinya secara ilegal.
 
Yang tidak mengenakan bagi tangan kanan bos Red Bull Dietrich Mateschitz itu, Red Bull dituduh terlalu agresif mengintepretasikan regulasi F1. Padahal, Red Bull hanya lebih kreatif dibanding tim lain. “Kami hidup dengan regulasi, tapi tentu kami melihat bagaimana kami bisa melakukan apa yang terbaik bagi kami.Tim lain tidak sebaik Red Bull,” ujar dia. “Mereka hanya iri kepada kami, karena kami juara dalam dua tahun terakhir, dan kami bukan tim balap tradisional.”
 
Kontroversi terakhir muncul saat seri Hungaria, dan terkait dengan intruksi FIA di Kanada yang meminta Red Bull berhenti menggunakan perangkat yang dalam panduan dijelaskan mekanika boleh menyesuaikan tinggi mobil sebelah kanan tanpa menggunakan alat.
 
Kecurigaan yang muncul Red Bull diam-diam mendekati RB8 dalam situasi ferme parc antara kualifikasi dan balapan. Seperti dikutip YallaF1, Marko tegas membantah tudingan itu.
 
"Kami tidak pernah melakukan penyesuaian dengan manual. Saya tidak tahu mengapa orang lain mendapatkan begitu marah - kami kebetulan tahu bahwa Ferrari melakukan itu selama satu tahun ".
 

(Fitra Iskandar)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement