PEKANBARU – Sedikitnya 11 sub kontraktor mengancam segara membongkar bangunan main stadion PON XVIII yang berlokasi di komplek Universitas Riau (UR) Pekanbaru.
Hal itu karena pihak konsursium (KSO) seperti PT Adi Karya, Wijaya Karya (Wika) dan PT Perumahan Pembanginan (PP) menunggak pembayaran pda sub kontraktor hingga 7 bulan lamanya.
"Kita sudah berulangkali mempertanyakan mengenai uang tagihan dalam pembangunan main stadion ini, tapi sampai saat ini tidak ada jawaban dari mereka," kata juru bicara 11 subkontraktor Ari Setiawan dalam keterangan persnya di main stadion Pekanbaru, Selasa (22/5/2012).
"Kita memberi tenggat waktu sampai 24 Mei ini,jika tidak ada itikad baik atas pembayaran pembangunan proyek kita, mohon maaf, kita akan bongkar semua bangunan main stadion,"tambah Ketua subkontraktor Hari Puas dari PT Puas dan Son.
Mereka menyebut tunggakan yang belum dibatar dari pembangunan luar hingga dalam stadion itu sekitar Rp 20 miliar lebih.
11 Perusahaan yang mengancam membongkar paksa pada Kamis depan antara lain Trijaya Maju Bersama, PT Hari Puas dan Son, Thenaco Langgeng Jaya Abadi. Kemudian PT Data Internusa, PT Lamidi Langgeng,PT Pesky Rekayasa Mediatama,PT Tehnik Umum, PT Mitra Utama Karya, PT Golden Ramp Contraktion dan PT Dekomindo.
"Pertama kali penandatangan kontrak, pembayaran lancar, tapi sekarang sudah" tukasnya.
Pembangunan main stadion PON Pekanbaru menelan dana sekitar Rp 900 miliar. Stadion ini mempunyai kapasitas daya tampung 45 ribu penonton. Saat ini KPK tengah membidik stadion bola itu karena diduga sarat dengan korupsi.
(Hendra Mujiraharja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.