Posisi Pertama Wozniacki Terancam Dikudeta

|

Windi Wicaksono - Okezone

Caroline Wozniacki di Australia Open/ Getty Images

Posisi Pertama Wozniacki Terancam Dikudeta

MELBOURNE – Kegagalan Caroline Wozniacki yang baru saja tersingkir dari Australia Open 2012, setelah dikalahkan Kim Clijsters di babak perempatfinal ternyata bisa berdampak negatif pada peringkatnya.

 

Wozniacki yang kini menempati peringkat pertama dunia posisinya mulai terancam lengser. Salah satu alasannya, karena petenis putri asal Denmark ini belum juga sekalipun meraih gelar Grand Slam sepanjang karier tenisnya sejauh ini.

 

Selain itu, ancaman kudeta juga datang dari Petra Kvitova yang berada di peringkat kedua dunia. Namun, hal itu dengan catatan, petenis asal Republik Ceska tersebut harus berhasil memenangkan Australia Open kali ini.

 

Bukan perkara mudah, karena lawan tangguh sudah menunggu Kvitova bila dia berhasil melaju ke babak semifinal. Maria Sharapova siap mengganjal langkah Kvitova untuk melangkah ke final Australia Open.

 

Wozniacki bisa jadi boleh berharap langkah Kvitova terhenti di tangan Sharapova, agar Kvitova tak mengkudeta posisinya di peringkat pertama dunia. Jika pun akhirnya Kvitova melaju ke final, petenis putri berusia 21 tahun ini mungkin harus berharap pada Kim Clijsters atau Victoria Azarenka untuk menundukkan Kvitova yang kini juga telah berusia 21 tahun.

 

Kvitova sendiri memang disebut-sebut lebih layak menyandang sebagai petenis peringkat pertama dunia, selain karena telah meraih gelar bergengsi Grand Slam pada Wimbledon 2011, Kvitova lebih sering mengalahkan petenis dengan peringkat di atasnya, di mana pada sistem poin yang lama seharusnya dia kini menempati peringkat pertama dunia.

 

Penampilan Wozniacki memang cenderung kurang mengesankan jika turun di turnamen besar seperti Grand Slam meskipun koleksi gelar turnamen WTA miliknya terhitung cukup banyak.

 

(win)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • next on sports

      Indonesia Harus Belajar dari Singapura

      Balap F1 sebenarnya bukan cuma soal adu kencang mobil-mobil berteknologi tinggi, banyak hal baik yang akan diperoleh Indonesia.

    • next on sports

      Fasilitas Lengkap, Pebulutangkis Indonesia Mestinya Lebih Semangat

      Beban dan tekanan tentu ada dalam setiap laga internasional, tapi terbiasa menghadapi tekanan justru menjadi kekuatan dalam olahraga.

    • next on sports

      Pembawa Obor Olimpiade Jadi Pekerja Serabutan

      Peraih medali emas SEA Games dan pembawa obor Olimpiade 1996 di Atlanta itu tidak memiliki pekerjaan tetap.

    • next on sports

      Tak Perlu Mencari Kambing Hitam

      Indonesia harus puas pulang dengan medali perunggu di kejuaraan bergengsi BWF World Championship 2014 di Kopenhagen-Denmark, lewat sektor tunggal putra, Tommy Sugiarto. Menilik hasil yang diraih para putra-putri Indonesia di negeri Skandinavia, ada banyak evaluasi yang harus dilakukan.

    • next on sports

      Manis-Pahit Perjuangan Pebulutangkis di Negeri Kincir Angin

      Kiprah Belanda di dunia sepakbola tak bisa dipandang sebelah mata. Namun, terdapat olahraga lain yang tampaknya kini mulai digemari. Bulutangkis! Sejumlah kalangan mulai memutuskan untuk menjadi atlet di negara yang populer akan sepakbola, salah satunya ialah Jorrit de Ruiter.

    • next on sports

      Lesu di Kandang Sendiri, PBSI Wajib Lakukan Evaluasi

      PERUBAHAN dan evaluasi jelas menjadi agenda yang paling mendesak jika ingin melihat olahraga yang kerap kali mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional kembali berjaya. Setelah kembali nihil prestasi ditunjukan oleh atlet-atlet bulutangkis andalan Indonesia kala mereka ambil bagian di Indonesia Open 2014.

    • next on sports

      Federasi Prancis Tutup Mata soal Bulutangkis

      "Federasi Bulutangkis Prancis sama sekali tidak membantu saya. Saya harus berjuang sendiri dalam perjalanan karier ini. Dana yang saya dapatkan (untuk mengikuti turnamen) merupakan uang dari pekerjaan saya dan klub saya di Paris yang juga turut membantu," kata Arnaud Génin.

    • next on sports

      Pilih Badminton Gara-Gara Gagal di Sepakbola

      "Saya mulai bermain badminton karena kecewa di sepakbola. Saya sempat bermain sepakbola di sebuah klub di kota saya. Namun, saya mengalami masalah dengan pelatih dan sejak saat itulah saya mulai menggeluti olahraga lain," kata Filipe Toledo.

    • next on sports

      Pemerataan Kekuatan & Terbukanya Pintu Sejarah

      Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Betapapun hebatnya dominasi adidaya dalam bulutangkis dunia, akhirnya runtuh juga. Negara-negara super-power macam China, Indonesia, Korea, Denmark dan Malaysia tak lagi serta-merta bisa menepuk dada.

    • next on sports

      Ketika Lorenzo Senasib Vettel

      Sama-sama juara bertahan di MotoGP dan Formula One (F1), tapi terpuruk di awal musim. Begitu kira-kira persamaan nasib Jorge Lorenzo dan Sebastian Vettel. Ironisnya, kedua pembalap belum pernah merasakan yang namanya kemenangan.

    Baca Juga

    Bos Ferrari Akan Digantikan Bos Rokok