LOUISVILLE – Tepat pada hari ini (17/1/2012), legenda terhebat dunia tinju, Muhammad Ali, berulang tahun yang ke-70. Semua insan, baik lawan maupun kawan, selalu mengenangnya sebagai sosok yang unik.
Di bawah ini, kami rangkum beberapa pribadi yang mengenal Muhammad Ali luar-dalam. Kesan yang mereka sampaikan, merupakan apresiasi terhadap apa yang telah dicapai atau dilakukannya, baik di dalam maupun luar ring.
Komentar-komentar yang melayang kepada Ali, berasal dari kawan, lawan ataupun orang-orang yang bersimpati padanya, ketika masih mengenal Ali semasa hidup atau telah tiada. Ucapan-ucapan ini, bersumber dari BBC, Selasa (17/1/2012) ini, mewakili ucapan selamat ulang tahun kepada sosok yang pernah menyandang ‘Olahragawan Abad ini’, di tahun 1999.
Lennox Lewis (Mantan Petinju):
“Saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun dan ingin berkata bahwa dia masih ‘The Greatest’ (yang terbaik). Ali sosok yang amat berarti bagi saya dan banyak orang lainnya. Saya berterima kasih untuk warisan yang telah diciptakannya dan untuk apapun yang sudah dia perbuat untuk dunia tinju,”.
Bill Clinton (Mantan Presiden Amerika Serikat):
“Dia membuat jutaan orang percaya. Dia seseorang yang amat unik. Publik sempat berpaling dari tinju, ketika tahun 1940-1950an. Lalu datanglah Ali, yang kita kenal sebelumnya sebagai Cassius Clay. Dia layaknya ballerina di atas ring – mengingatkan publik kembali akan olahraga ini. Dia membuat tinju terlihat sangat menarik lagi. Penampilannya menghibur dan ketika dia masih muda, dia dikenal besar mulut. Tapi itu hanya bagian dari triknya saja,”.
George Foreman (Mantan Rival Ali):
“Saya tidak pernah mau memujinya sebagai petinju terbaik sepanjang masa, tapi dia manusia terbaik yang pernah saya temui selama hidup saya,”.
Martin Luther King Jr. (Alm. Aktivis HAM):
“Dia selalu rela menyumbangkan jutaan dolar, untuk melakukan apa yang menurut hati nuraninya itu benar,”.
Rahman Ali (Adik kandung Ali):
“Dulu, dia selalu meminta saya untuk melemparinya dengan batu. Saya pikir dia gila, tapi dia akan selalu membalikkan badan dan mampu mengelak setiap lemparan saya…Saya tak pernah bisa mengenainya,”.
Odessa Grady Clay (Alm. Ibunda Ali):
“Saya selalu merasa bahwa Tuhan membuat Ali istimewa, tapi saya tidak mengerti mengapa Tuhan memilih saya untuk mengantarkan anak istimewa itu ke bumi. Ketika dia kecil, Ali tak pernah bisa duduk tenang. Dia selalu berjalan dan berbicara, serta melakukan apa saja sebelum waktunya. Pikirannya bagaikan di bulan Maret, dengan hembusan angin yang menyertai tiap langkahnya,”.
(
raw)