Topik » MotoGP Prancis ,
Getting time...

Kaleideskop 2010

Perahu Naga Indonesia Gemparkan Guangzhou

Hendra Mujiraharja - Okezone
Senin, 27 Desember 2010 12:52 wib
Foto: Tim Perahu Naga putra Indonesia merebut emas Asian Games 2010. (Reuters)
Foto: Tim Perahu Naga putra Indonesia merebut emas Asian Games 2010. (Reuters)
MENAKJUBKAN! Ya, mungkin kata itu sangat tepat ditujukan kepada Tim Perahu Naga yang berhasil mendulang tiga emas dalam pagelaran Asian Games 2010/2011 di Guangzhou, China.

Tim dayung Merah Putih berhasil mengoleksi tiga medali emas dan tiga perak pada ajang multi even terbesar di Asia tersebut. Prestasi itu tentu mengejutkan semua pihak. Pasalnya, tim dayung Merah Putih berhasil menggondol tiga medali emas dengan mengalahkan prestasi China, yang sebenarnya lebih diunggulkan.

Kejutan pertama dibuat kontingen perahu naga Indonesia di Danau Zhengcheng. Tim perahu naga putra yang turun di nomor 1.000 meter, berhasil menyumbang medali emas pertama setelah mampu mencatat waktu tercepat 3 menit dan 32,016 detik.

Praktis, keberhasilan ini membuat semangat seluruh kontingen Indonesia. Akhirnya, di Danau Zhengcheng, perahu naga mempersembahkan emas kedua buat Merah Putih. Di final 500 meter putra, Indonesia berhasil mencatat waktu tercepat 1 menit dan 45.897 detik.

Lagu Indonesia Raya untuk ketiga kali kembali berkumandang di Guangzhou. Kontingen Perahu Naga melanjutkan kejutan dengan menyabet medali emas untuk ketiga kalinya. Tim putra yang turun di nomor 250 meter, juga berhasil menyabet medali emas setelah mencatat waktu tercepat 48.681 detik.

Sayangnya, prestasi tim putra gagal diikuti tim putri. Mereka hanya mampu membawa pulang tiga medali perak, setelah di nomor 1.000 meter, 500 meter dan 250 meter, tidak mampu mendulang medali emas. Tapi, prestasi yang ditorehkan kontingen perahu naga ini tentu sangat mengejutkan. Prestasi ini mengejutkan Mennegpora Andi Mallarangeng.

“Saat perahu dayung mendapatkan emas pertama, saya masih tenang. Tapi, saat saya tahu mereka memperoleh tiga emas, saya sempat kaget,” kelakar Andi dalam pidato dalam acara pembubaran kontingan Asian Games. “Saya pikir, wah ini bakalan tekor. Tapi, ini paling tekor yang menyenangkan dan membanggakan. Sesuai dengan janji kami, tim perahu naga masing-masing akan mendapatkan Rp.2 miliar.?

Hebatnya, keberhasilan ini mengalahkan beberapa cabang olahraga yang diunggulan untuk meraih medali emas. Mereka adalah cabor Bulutangkis, Karate dan Bowling. Bahkan, bulutangkis yang sebelumnya menargetkan tiga medali emas hanya mampu mendapatkan satu saja lewat ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan.

Sementara itu, dua nomor yang menjadi andalan PB PBSI yakni tunggal putra Taufik Hidayat dan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir sama sekali tidak berdaya dalam ajang Asian Games ke-26. Prediksi ini sendiri pernah diberikan mantan pebulutangngkis Icuk Sugiarto.

Menurut Icuk, persiapan bulutangkis Indonesia sekarang sangat berbeda jauh dibandingkan pada masanya. Kebijakan program pembinaan dari KONI/KOI maupun PB PBSI yang dinilai menjadi faktor pembeda.

“Jika kami dulu memiliki persiapan panjang di medan pertempuran, karena sudah berangkat 22 hari sebelum pertandingan. Sekarang, mereka berangkat sangat mepet menjelang pertandingan. Jadi, bagaimana ada persiapan serius,” pungkas Icuk, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) tersebut beberapa waktu lalu.

Bukan hanya itu, Icuk juga sempat memprediksikan Taufik tidak akan medali emas. “Taufik mungkin juara di Prancis, tapi liat lawannya. Apakah ada pebulu tangkis dari China, Malaysia, atau Korea Selatan yang kerap menjadi sandungan. Padahal, negara-negara itu tak memutuskan pergi ke Denmark dan Prancis dengan harapan mendapatkan hasil maksimal di Guangzhou,” papar Icuk. Hasilnya, pemain andalan Merah Putih ini harus mengakui keunggulan Park Jung Hwan.

Meski Indonesia berhasil memperbaiki prestasi empat tahun silam di Doha, yang mana Merah Putih hanya mendapatkan dua emas, dua perak dan 15 perunggu, namun ini menjadi tugas berat bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) & Komite Olimpiade, jika ingin menjadi juara umum di SEA Games 2011 mendatang. (fmh)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
VIDEO »

Chelsea Juara, Allianz Arena Berduka

Chelsea akhirnya berhasil meraih trofi Liga Champions perdananya, usai menekuk Bayern Munich lewat adu penalti dengan skor 4-3 (1-1) di Allianz Arena.

TWITTER »
twit