MONZA - Team order yang dilakukan kubu Ferrari pada Grand Prix (GP) Jerman seakan bisa dijadikan teladan. Setidaknya itulah yang dilontarkan team principal Red Bull Racing (RBR) Christian Horner.
Atas kasus yang melibatkan Fernando Alonso dan Felippe Massa, Ferrari sempat akan diganjar penalti sebesar USD100 ribu oleh FIA. Sebagian pihak menerima keputusan tersebut, namun sebagian lagi mengecamnya. Alhasil, FIA membatalkan hukuman tersebut pada persidangan di Paris, tengah pekan lalu.
Horner adalah salah satu yang tidak bisa lapang dada menerima keputusan FIA. Menurutnya, insiden di Hockenheim tersebut bisa menjadi teladan, yang buruk tentunya, bagi tim lain.
Ya, kala itu, Massa diperintahkan menyerahkan posisi terdepan pada Alonso, yang berada di urutan kedua, supaya rekan timnya tersebut bisa menguasai balapan dan mendapat nilai tertinggi.
“Penalti atas insiden di Hockenheim hanya USD100 ribu,” cetus Horner. “Apakah itu artinya Anda diperbolehkan melakukannya pada lima atau enam balapan yang tersisa tahun ini?”
“Seperti yang kita lihat, berdasarkan apa yang terjadi dengan Ferrari di Hockenheim, kemudian ada ganjaran selain penalti finansial, maka tidak ada dampaknya pada penampilan mereka,” paparnya.
“Jadi secara teori, jika tim manapun berada dalam situasi tersebut dan berharap bisa terus melaju kendaraannya, maka teladan itu bisa berlaku,” sindir Horner, dikutip dari Autosport, Jumat (10/9/2010).
(Muhayati Faridatun)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.