Topik » MotoGP Prancis ,
Getting time...

Ambisi Taufik dan Sony

Kamis, 4 Maret 2010 22:05 wib
JAKARTA - Dua tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro, memiliki ambisi besar menghadapi perhelatan All England Super Series di Birmingham, 9-14 Maret 2010.

Keduanya ingin mendapatkan gelar All England yang belum pernah mereka raih selama menggeluti karier sebagai pebulu tangkis tingkat dunia. Taufik misalnya, suami Ami Gumelar itu sudah mencicipi banyak gelar mulai super series, grand prix, hingga medali emas Olimpiade 2004, Athena.

Tapi, pebulu tangkis asal Bandung, Jawa Barat, itu belum juga mendapatkan gelar All England. Prestasi terbaiknya di All England sebatas dua kali finalis dan itu membuatnya penasaran ingin mencoba peruntungannya tahun ini.

Taufik mengakui siap tampil all out. Dia pun tak terpengaruhi masalah stamina yang dipastikan terkuras setelah membela Indonesia di babak kualifikasi Piala Thomas Zona Asia di Thailand, pekan lalu.

Meski demikian, Taufik menilai akan berat mewujudkan ambisi itu jika merujuk hasil drawing yang diputuskan oleh BWF. Di babak pertama saja, Taufik harus berjibaku dengan tunggal putra Hong Kong Hu Yun.

Di atas kertas, Taufik mungkin memiliki kualitas lebih baik ketimbang lawannya tersebut. Dia pun diprediksi akan melaju ke babak kedua jika mampu menjaga ritme permainan terbaiknya.

Tapi, ujian belum selesai, Taufik akan bertemu pemenang antara Erik Pang (Belanda) atau Andrew Smith (Inggris) di babak kedua. “Saya hanya ingin konsentrasi dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Apalagi, turnamen ini sebagai modal saya menghadapi Piala Thomas, Mei mendatang,” ujar Taufik.

Tak beda jauh dengan Sony yang ngotot memberikan penampilan terbaiknya di turnamen berhadiah total USD200.000 tersebut. Apalagi, dia ingin membayar kepercayaan diberangkatkan ke All England dengan pencapaian terbaik.

Sony wajib mewujudkan itu. Sebab, pebulu tangkis asal Surabaya, Jawa Timur, tersebut kurang gereget menjalani pertandingannya di super series tahun lalu. Dia mengalami paceklik gelar meski menggondol tiga gelar super series 2008.

“Setiap pemain pastinya memiliki harapan besar meraih hasil terbaik di turnamen tersebut. Sebab, turnamen itu paling prestisius ketimbang event super series lainnya,” ungkap Sony. (Edi Yulianto/Koran SI/acf)
  • Rudi » 0 Tanggapan
    kyknya.... atlet qt lbh mengutamakan dirinya sendiri bkn bangsanya...knapa ya...tapi biarlah yg penting nantinya toh.. qt yang bangga... smangat...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • khairul anwar » 0 Tanggapan
    mas taufik aMa mas soni,,,,,,,latihan yang serius ych,,,,,yAr,,,biSA tampiL,,,,di Ajang selanjutnya,,,,,,dg cemERlang,,,,,
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
VIDEO »

Chelsea Juara, Allianz Arena Berduka

Chelsea akhirnya berhasil meraih trofi Liga Champions perdananya, usai menekuk Bayern Munich lewat adu penalti dengan skor 4-3 (1-1) di Allianz Arena.

TWITTER »
twit