LONDON - Andy Roddick tentu saja sedih dilibas Roger Federer untuk kali ketiga pada partai final Wimbledon 2009. Namun, ia berbesar hati menerima kekalahan dan mengakui ketangguhan lawan terbaiknya itu.
Pada pertandingan terakhir pekan SW19 yang berlangsung 4 jam 16 menit, Federer membungkus Roddick 5-7 7-6 (8/6) 7-6 (7/5) 3-6 16-14. Lima set yang melelahkan memang, sekaligus pembuktian kekuatan keduanya.
Federer merebut rekor Grand Slams legenda tenis dunia Pete Sampras dengan perolehan gelar ke 15 nya. Sedangkan Roddick menambah rekor 19 kekalahan dari 21 pertemuan dengan raja tenis dunia yang baru dinobatkan kembali itu.
"Anda lihat bukan, ia selalu gagal menangkis pukulan servis yang saya layangkan. Tapi ia sama sekali tidak tampak frustasi. Ia sangat tenang dan tetap konsentrasi," cetus petenis AS 26 tahun seperti dilansir reuters, Selasa (7/7/2009).
"Ia pantas atas seluruh penghargaan, bukan karena banyaknya pertandingan yang ia lakoni, melainkan karena ketajaman dan kekuatan yang luar biasa," puji Roddick.
Usai pertandingan yang disaksikan sejumlah bintang seperti Russel Crowe, Woody Allen dan Ben Stiller, Federer sendiri mengakui kehebatan lawan. Kekuatan dan karier Roddick belumlah surut. Roddick kembali menyegarkan ingatan fans saat dirinya menekuk petenis andalan tuan rumah Andy Murray di semifinal.
(Devy Lubis)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.