JAKARTA - Tim Davis Indonesia terus menjalani latihan bersama menghadapi Selandia Baru. Meski dinilai terlalu mepet, tapi setidaknya motivasi Christoper Rungkat dkk meninggi tampil di Perry Arena Indoor Stadium, Hamilton, Selandia Baru, 10-12 Juli mendatang.
Menurut Wakil Sekjen PP Pelti Ferry Raturandang, keempat petenis terbaik Indonesia seperti Christo - sapaan akrab Christoper, Nesa Arta, Sunu Wahyu Trijati, hingga petenis debutan Ayrton Wibowo yang menggantikan peran petenis berpengalaman asal Jawa Tengah (Jateng) Prima Simpatiaji makin intens menjalani latihan di Ragunan.
Keempat petenis itu digembleng langsung oleh pelatih asal Amerika Serikat (AS) Robert Davis. "Fisik menjadi menu latihan utama, sebab mereka akan tampil di negara dengan suhu dingin," kata Ferry, Senin (6/7/2009).
Christo dkk memang tak hanya menghadapi petenis syarat pengalaman Selandia Baru, tapi suhu dingin mencapai -3 derajat Celcius menjadi tantangan terberat mereka untuk meloloskan Indonesia ke babak ketiga Grup II Piala Davis Zona Asia/Oceania 18-20 September 2009.
Karena itu, otoritas tenis Tanah Air itu tak memberikan beban berlebih saat Christo dkk menghadapi Selandia Baru di kandangnya. "Kami sudah bersyukur Indonesia tak terdegradasi dari grup II, tapi bukan berarti kami akan menyerah begitu saja. Kami berharap anak-anak tetap memberikan perlawanan terbaik," ujarnya.
Sayang, Pelti belum juga menentukan siapa petenis yang akan turun di nomor tunggal maupun ganda. Mereka beralasan keputusan penempatan petenis dapat berubah-ubah meski telah di drawing sebelumnya.
Hal itu yang membuat mereka tak terlalu terbebani menghadapi para petenis Negeri Kiwi seperti Jose Statham, Daniel King-Turner, G.D Jones, dan Mikal Statham. "Peraturan ITF menyangkut turnamen Piala Davis terbilang simple. Bahkan, pemain yang telah ditentukan masuk drawing dapat berubah satu jam sebelum pertandingan. Alasan itu pula yang membuat kami belum bisa memprediksi peluang kemenangan," ungkapnya.
Ferry lalu memberi bocoran pasangan Christo/Nesa berpeluang besar turun di nomor ganda. Sementara tunggal pertama Merah Putih kemungkinan akan tetap dibebankan kepada sosok Christo. Petenis DKI Jakarta itu dianggap memiliki kualitas lebih mumpuni ketimbang tiga petenis lainnya.
Sunu pun diprediksi akan turun sebagai tunggal kedua. Sedangkan Ayrton kemungkinan akan menjadi pelapis seiring pengalaman yang belum mencukupi. "Semua itu masih dalam tahap wacana. Mereka memiliki kesempatan tampil, tapi pasangan Christo/Nesa memang paling klop di sektor ganda," tegasnya.
(Muchamad Syuhada)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.